Koalisi Prabowo-Mega Menguat, Posisi Jokowi Melemah?
Rabu, 04 Juni 2025 - 11:48 WIB
loading...
A
A
A
"Hal itu prinsip bagi Megawati. Sebab, mengakui Gibran sama saja menelan air liurnya sendiri. Tentu hal itu tak akan dilakukan Megawati," tambahnya.
Karena itu, lanjut dia, koalisi informal dengan Prabowo akan terus berlanjut dan diperkuat. "Megawati tetap berkoalisi dengan Prabowo tapi tidak menggadaikan prinsip yang dianutnya," pungkasnya.
Baca juga: Roy Suryo Ingin Ngabalin Digantung di Monas jika Tak Bisa Buktikan Kasus Ijazah Jokowi Proyek Besar
Hal senada dikatakan oleh Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio. Dia mengatakan, pertemuan Prabowo dengan Megawati itu dalam acara kenegaraan.
"Menurut saya, koalisinya lebih kuat, tapi perannya menjalankan peran masing-masing," kata pria yang akrab disapa Hensat ini.
Lalu, apakah posisi Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melemah jika Prabowo dan Megawati makin akrab?
Baca juga: Ketua Majelis Syura PKS Periode 2025-2030 Ditentukan Pekan Ini
"Enggak ngaruh sih, kan sebetulnya Jokowi menuju melemah sejak tidak jadi Presiden," pungkas Hensat.
Hal berbeda dikatakan oleh Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra. "Jika relasi Prabowo-Megawati menguat, setidaknya hubungan dengan Jokowi melandai," kata Dedi.
Dedi mengungkapkan tanda-tanda Koalisi Prabowo-Mega menguat. "Fondasi kebersamaan PDIP dan Presiden Prabowo sudah ada, tinggal memupuk dan mengintegrasikan kepentingan," ujar Dedi.
Menurut Dedi, posisi Puan Maharani di Parlemen Senayan jelas jalan rekonsiliasi PDIP dan Prabowo. Terlebih, lanjut Dedi, intensitas pertemuan dan keakraban Prabowo-Megawati kian mengesankan.
Karena itu, lanjut dia, koalisi informal dengan Prabowo akan terus berlanjut dan diperkuat. "Megawati tetap berkoalisi dengan Prabowo tapi tidak menggadaikan prinsip yang dianutnya," pungkasnya.
Baca juga: Roy Suryo Ingin Ngabalin Digantung di Monas jika Tak Bisa Buktikan Kasus Ijazah Jokowi Proyek Besar
Hal senada dikatakan oleh Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio. Dia mengatakan, pertemuan Prabowo dengan Megawati itu dalam acara kenegaraan.
"Menurut saya, koalisinya lebih kuat, tapi perannya menjalankan peran masing-masing," kata pria yang akrab disapa Hensat ini.
Lalu, apakah posisi Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melemah jika Prabowo dan Megawati makin akrab?
Baca juga: Ketua Majelis Syura PKS Periode 2025-2030 Ditentukan Pekan Ini
"Enggak ngaruh sih, kan sebetulnya Jokowi menuju melemah sejak tidak jadi Presiden," pungkas Hensat.
Hal berbeda dikatakan oleh Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra. "Jika relasi Prabowo-Megawati menguat, setidaknya hubungan dengan Jokowi melandai," kata Dedi.
Dedi mengungkapkan tanda-tanda Koalisi Prabowo-Mega menguat. "Fondasi kebersamaan PDIP dan Presiden Prabowo sudah ada, tinggal memupuk dan mengintegrasikan kepentingan," ujar Dedi.
Menurut Dedi, posisi Puan Maharani di Parlemen Senayan jelas jalan rekonsiliasi PDIP dan Prabowo. Terlebih, lanjut Dedi, intensitas pertemuan dan keakraban Prabowo-Megawati kian mengesankan.
Lihat Juga :