Pendaftaran Calon Munculkan Pesimisme Kelanjutan Tahapan Pilkada 2020

Selasa, 08 September 2020 - 07:43 WIB
loading...
Pendaftaran Calon Munculkan...
Calon petahana Purbalingga diantar massa yang menyemut saat mendaftar ke KPU setempat. Foto: SINDOnews/Edi
A A A
JAKARTA - Potret tahapan pencalonan yang potensial memunculkan klaster baru Covid-19 menjadi bumerang penyelenggaraan Pilkada 2020 . Kordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Alwan Ola Riantoby menyatakan, apa yang terjadi saat pendaftaran calon memberikan rasa pesimistis pada kelanjutan tahapan pilkada yang digelar serentak di 270 daerah itu.

(Baca: Paslon Langgar Protokol COVID-19, Kang Emil Khawatir Pilkada Jadi Klaster Baru)

Alwan menilai munculnya klaster Covid-19 merupakan akibat dari sikap abai partai politik dan pasangan calon terhadap protokol kesehatan. Ketidakpatuhan tersebut dapat dilihat dengan adanya konvoi dan arak-arakan massa, sesuatu yang sama sekali tidak diperlukan, terlebih di masa pandemi saat ini.

Dalam jarak rapat massa juga banyak yang tidak mengenakan masker. "Ini akibat ketidaktegasan, baik dalam Peraturan KPU maupun Peraturan Bawaslu untuk mengatur tahapan pilkada di masa pandemi Covid-19," kata Alwan dihubungi SINDOnews, Selasa (8/9/2020).

(Baca: Pilkada yang Berbahaya)

Mestinya, lanjut Alwan, pencegahan sudah harus dilakukan Bawaslu sejak awal agar tidak terjadi klaster pilkada. Untuk itu, perlu menerbitkan aturan hukum baru bagi peserta pilkada yang tidak mematuhi protokol kesehatan harus di diskualifikasi.

"Mitigasi lainnya adalah perlu membuat treatmen baru untuk pemilih, dalam hal ini perlu ada gerakan pemilih cerdas dalam pilkada untuk tidak memilih calon yang abai terhadap protokol Covid-19," ujar dia.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Bonatua Kecewa PTUN...
Bonatua Kecewa PTUN Jakarta Putuskan Sidang Gugatan Penetapan Capres Jokowi Jadi E-Court
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
MK: Parpol Melanggar...
MK: Parpol Melanggar Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Bakal Didiskualifikasi
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Upaya Minimalkan Politik...
Upaya Minimalkan Politik Uang, Bawaslu Kaji Sistem Transaksi Nontunai
DPD Perindo Jaktim Optimistis...
DPD Perindo Jaktim Optimistis Lolos Verifikasi 2027, Matangkan Struktur lewat Rakorda
Rekomendasi
Rahasia Diet Ery Makmur...
Rahasia Diet Ery Makmur Turun 30 Kg dalam 10 Bulan, Ternyata Ini Kuncinya!
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Berita Terkini
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Infografis
Bedah Statistik 4 Calon...
Bedah Statistik 4 Calon Pelatih Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved