Menag hingga Jenderal Purn Dudung Jadi Amirul Hajj Ibadah Haji 2025
Kamis, 29 Mei 2025 - 18:06 WIB
loading...
Kementerian Agama (Kemenag) memilih sejumlah nama yang akan memimpin delegasi jemaah haji asal Indonesia (Amirul Hajj) dalam melaksanaan ibadah haji 2025. Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) RI telah memilih nama yang akan memimpin delegasi jemaah haji asal Indonesia dalam melaksanaan ibadah haji 2025. Adapun nama yang terpilih menjadi Amirul Hajj terdiri dari kepala lembaga hingga menteri.
Adapun Amirul Hajj itu terdiri dari Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar selaku Ketua Amirul Hajj. Ia didampingi oleh Wamenag Romo Muhammad Syafi'i sebagai Wakil Amirul Hajj.
Baca juga: Visa Haji Furoda Belum Terbit, Menag: Kita Menunggu Arab Saudi
"Sesuai dengan undang-undang bahwa Menteri Agama adalah Amirul Hajj, saya sendiri Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia. Kemudian, Wakil Amirul Hajj, Romo Muhammad Syafi'i," ucap Nasaruddin dalam jumpa pers di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (29/5/2025).
Sementara itu, untuk Sekretaris Amirul Hajj yakni Sesditjen Pendidikan Islam Kemenag Arskal Salim, dengan dibantu oleh Jojon Novandri selaku Tenaga Ahli Kemenag sebagai Wakil Sekretaris.
Sejumlah menteri dan pimpinan badan/lembaga yang juga ikut dalam anggota Amirul Hajj tahun ini yakni Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak.
Kemudian, juga ada Kepala BPOM Taruna Ikrar, Penasihat Khusus Presiden Urusan Haji Muhadjir Effendy, dan Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Baca juga: Siapa Saleh bin Abdullah bin Humaid? Imam dan Khatib Salat di Hari Arafah pada 9 Dzulhijjah
Selain itu, anggota Amirul Hajj lainnya juga terdiri dari kalangan organisasi Islam, yakni Sekjen MUI Amirsyah Sanusi Tambunan, Katib 'Aam PBNU Ahmad Said Asrori, Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, dan Ketum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang juga Rektor IPB University Arif Satria.
"Sesuai UU Nomor 8 Tahun 2019, Amirul Hajj bertugas memimpin misi haji Indonesia dalam melaksanakan tugas diplomasi haji di Arab Saudi selama musim haji," tutur Nasaruddin.
"Kita akan bertemu dengan sejumlah otoritas di Arab Saudi untuk mendiskusikan berbagai macam penyelenggaraan haji terutama di masa-masa akan datang," imbuhnya.
Amirul Hajj mulai bertolak menuju Arab Saudi untuk memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik selama beribadah.
Menteri Agama mengungkapkan bahwa Amirul Hajj tahun ini bakal bertugas selama kurang lebih 20 hari.
Tugas Amirul Hajj tahun ini tersebut terhitung mulai dari 29 Mei 2025 hingga 17 Juni 2025 mendatang.
Selain itu, Amirul Hajj dalam bertugas bakal didampingi oleh kelompok khusus yang disebut dengan Mustasyar Dini yang berjumlah 22 orang.
"Jadi, Mustasyar Dini ini berjumlah 22 orang, yang terdiri atas ulama-ulama yang ahli hukum, baca kitab kuningnya juga mahir, dan inilah nanti akan menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan mendasar yang ditanyakan oleh jemaah haji kita, yang mungkin tidak bisa dijawab oleh pimpinan-pimpinan kloternya," pungkas Nasaruddin.
Adapun Amirul Hajj itu terdiri dari Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar selaku Ketua Amirul Hajj. Ia didampingi oleh Wamenag Romo Muhammad Syafi'i sebagai Wakil Amirul Hajj.
Baca juga: Visa Haji Furoda Belum Terbit, Menag: Kita Menunggu Arab Saudi
"Sesuai dengan undang-undang bahwa Menteri Agama adalah Amirul Hajj, saya sendiri Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia. Kemudian, Wakil Amirul Hajj, Romo Muhammad Syafi'i," ucap Nasaruddin dalam jumpa pers di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (29/5/2025).
Sementara itu, untuk Sekretaris Amirul Hajj yakni Sesditjen Pendidikan Islam Kemenag Arskal Salim, dengan dibantu oleh Jojon Novandri selaku Tenaga Ahli Kemenag sebagai Wakil Sekretaris.
Sejumlah menteri dan pimpinan badan/lembaga yang juga ikut dalam anggota Amirul Hajj tahun ini yakni Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak.
Kemudian, juga ada Kepala BPOM Taruna Ikrar, Penasihat Khusus Presiden Urusan Haji Muhadjir Effendy, dan Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Baca juga: Siapa Saleh bin Abdullah bin Humaid? Imam dan Khatib Salat di Hari Arafah pada 9 Dzulhijjah
Selain itu, anggota Amirul Hajj lainnya juga terdiri dari kalangan organisasi Islam, yakni Sekjen MUI Amirsyah Sanusi Tambunan, Katib 'Aam PBNU Ahmad Said Asrori, Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, dan Ketum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang juga Rektor IPB University Arif Satria.
"Sesuai UU Nomor 8 Tahun 2019, Amirul Hajj bertugas memimpin misi haji Indonesia dalam melaksanakan tugas diplomasi haji di Arab Saudi selama musim haji," tutur Nasaruddin.
"Kita akan bertemu dengan sejumlah otoritas di Arab Saudi untuk mendiskusikan berbagai macam penyelenggaraan haji terutama di masa-masa akan datang," imbuhnya.
Amirul Hajj mulai bertolak menuju Arab Saudi untuk memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik selama beribadah.
Menteri Agama mengungkapkan bahwa Amirul Hajj tahun ini bakal bertugas selama kurang lebih 20 hari.
Tugas Amirul Hajj tahun ini tersebut terhitung mulai dari 29 Mei 2025 hingga 17 Juni 2025 mendatang.
Selain itu, Amirul Hajj dalam bertugas bakal didampingi oleh kelompok khusus yang disebut dengan Mustasyar Dini yang berjumlah 22 orang.
"Jadi, Mustasyar Dini ini berjumlah 22 orang, yang terdiri atas ulama-ulama yang ahli hukum, baca kitab kuningnya juga mahir, dan inilah nanti akan menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan mendasar yang ditanyakan oleh jemaah haji kita, yang mungkin tidak bisa dijawab oleh pimpinan-pimpinan kloternya," pungkas Nasaruddin.
(shf)
Lihat Juga :