Memahami Diplomasi Ekonomi Indonesia di Pasar Non-Tradisional: Amerika Latin-Kuba dan Suriname

Selasa, 27 Mei 2025 - 21:17 WIB
loading...
Memahami Diplomasi Ekonomi...
Program Studi Hubungan Internasional UPN Veteran Jakarta dan Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kemlu menyelenggarakan Forum Debriefing Kepala Perwakilan RI. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jakarta dan Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyelenggarakan Forum Debriefing Kepala Perwakilan RI. Acara yang bertema "Indonesia’s Economic Diplomacy in Non-Traditional Markets: Latin America – Cuba & Suriname" ini membahas peluang dan strategi diplomasi ekonomi Indonesia di pasar non-tradisional, khususnya Kuba dan Suriname.

Kegiatan Forum Debriefing ini diselenggarakan secara hybrid (zoom dan luring di kampus Pondok Labu UPN “Veteran” Jakarta).

Baca juga: Lampaui Batas Negara: Soft Diplomacy Mengakar di Gelar Melayu Serumpun

Acara ini disiarkan langsung di YouTube Live BSKLN Channel. Kegiatan ini menghadirkan Duta Besar Nana Yuliana, Ph.D. (KUAI RI untuk Kuba, Bahama, Republik Dominika, Haiti, dan Jamaika) dan Duta Besar Drs. Julang Pujianto, M.A. (KUAI RI untuk Suriname, Guyana, dan CARICOM) yang dimoderatori oleh Dengan Leonard F.
Hutabarat, S.I.P., M.Si., Ph.D. (Mantan Konsul Jenderal RI di Toronto).



Kegiatan ini memfokuskan pada kajian peluang dan strategi diplomasi ekonomi Indonesia di pasar non-tradisional di Amerika Latin, khususnya Kuba dan Suriname.

Kegiatan ini dibuka dari pihak BSKLN Kementerian Luar Negeri, Dr. Yayan G.H. Mulyana sebagai Kepala BSKLN, Kemlu RI dengan menyampaikan pentingnya pertanggungjawaban kinerja duta besar kepada masyarakat luas.

Sedangkan dari pihak UPN “Veteran” Jakarta, Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm, selaku Rektor menyampakan apresiasi kepada BSKLN Kementerian Luar Negeri atas kepercayaan dan kerja sama dalam penyelenggaraan Debriefing yang sangat strategis ini.

Baca juga: Breaking News! Pemerintah Tetapkan Iduladha Jatuh Pada 6 Juni 2025

“Forum pertanggungjawaban para Duta Besar kepada publik ini menjadi sarana pembelajaran langsung yang invaluable, khususnya bagi sivitas akademika UPN “Veteran” Jakarta, ujarnya dikutip Selasa (27/5/2025).

Kegiatan ini merupakan agenda rutin kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri dan Prodi HI UPNVJ.

Tujuannya sebagai platform bagi para Duta Besar untuk mempertanggungjawabkan kinerja mereka kepada publik. Sebagai wakil Indonesia, mereka harus memaparkan apa yang sudah dilakukan di negara penempatannya.

Duta Besar Nana Yuliana memaparkan berbagai inisiatif konkret untuk memajukan diplomasi ekonomi dengan Kuba.

Beberapa di antaranya termasuk partisipasi aktif dalam forum bisnis, pertemuan B2B antara KADIN Indonesia dengan perusahaan Kuba, serta penjajakan kerja sama industri nikel.

Narasumber kedua, Duta Besar Julang Pujianto menyampaikan bahwa hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan wilayah tersebut masih memiliki banyak ruang untuk peningkatan.

Berbagai aktivitas diplomasi ekonomi yang telah dilakukan meliputi kunjungan CEO Staatsolie Suriname ke Indonesia untuk menjajaki kerja sama energi, pelatihan pengolahan produk kelapa bagi peserta dari Guyana, dan penjajakan pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) dengan CARICOM.

Forum ini juga melibatkan Raden Maisa Yudono, M.Si (Dosen Hubungan Internasional UPN Veteran) sebagai penanggap. Ia menyoroti pentingnya peningkatan aktivitas diplomasi ekonomi Indonesia di pasar non-tradisional.

Penanggap ini memberikan cakrawala akademik agar terjadi sinergi antara antara Kemlu RI dan Prodi HI UPN “Veteran” Jakarta. Dalam hal ini, akademisi HI juga memberi kontribusi pemikiran daam kebijakan luar negeri Indonesia. Akademisi HI adalah mitra strategis bagi praktisi HI dalam akuntabilitas publik bagi para Duta Besar.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
UMB Perkuat Diplomasi...
UMB Perkuat Diplomasi Kreatif Indonesia-Tiongkok, Pamerkan 100 Karya Desain Merek Inovatif
Jejak Diplomasi Nabi...
Jejak Diplomasi Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan Islam, dari Perjanjian Hudaibiyah hingga Fathu Makkah
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
Rekomendasi
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Berita Terkini
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Replik, Kubu Roy Suryo...
Replik, Kubu Roy Suryo Tetap Minta Hakim Nyatakan Penangkapannya Tidak Sah
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved