Masa Bulan Madu Korea Utara-Rusia Mungkin Telah Berakhir

Senin, 26 Mei 2025 - 18:16 WIB
loading...
Masa Bulan Madu Korea...
Dr Cha Du Hyeon, Peneliti Utama di Asan Institute for Policy Studies. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Dr Cha Du Hyeon
Peneliti Utama di Asan Institute for Policy Studies

PADA 26 April lalu, Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov menyatakan bahwa ia ingin memberikan penghargaan kepada pasukan Korea Utara yang telah memberikan kontribusi besar dalam membebaskan wilayah Kursk. Pernyataan Valery disampaikan saat ia memberikan laporan kepada Presiden Vladimir Putin melalui panggilan video mengenai perebutan kembali wilayah Kursk yang sebelumnya diduduki oleh pasukan Ukraina.

Hal ini merupakan pengakuan resmi pertama dari Moskow mengenai pengerahan pasukan Korea Utara, enam bulan setelah kecurigaan awal yang diungkap oleh intelijen Ukraina pada Oktober 2024 bahwa Pyongyang telah mengirimkan pasukannya ke perang Rusia-Ukraina.

Setelah itu, Pyongyang juga mengumumkan pernyataan tertulis atas nama Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea, yang mengungkapkan pengerahan pasukannya sambil memuji “prestasi heroik” dan “kontribusi besar” para prajuritnya. Mereka menilai pengerahan pasukan dan perebutan kembali Kursk sebagai “babak baru bersejarah dalam hubungan Korea Utara-Rusia, yang menandai puncak aliansi strategis dan persaudaraan.”

Presiden Putin berjabat tangan dengan delegasi militer Korea Utara dalam parade militer Hari Kemenangan yang diadakan di Moskow pada 9 Mei. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menekankan “delapan dekade persahabatan dan solidaritas yang tak tergoyahkan antara kedua negara”.

Dia juga menyatakan bahwa pasukan Korea Utara dan Rusia telah mengeliminasi “musuh bersama” mereka. Kim juga menyatakan bahwa partisipasinya di medan perang merupakan bentuk pelaksanaan “hak kedaulatan”.

Di permukaan, pernyataan dan kedekatan ini menunjukkan aliansi yang semakin kuat, yang kembali dipertegas setelah penandatanganan North Korea-Russia Treaty on Comprehensive Strategic Partnership pada Juni 2024. Namun, di balik itu semua terdapat perbedaan halus dalam cara kedua pihak menafsirkan hubungan bilateral mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral Indonesia–Jerman
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Rekomendasi
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Berita Terkini
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Infografis
Pasukan Korea Utara...
Pasukan Korea Utara Kembali ke Garis Depan Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved