Suara Aktivis se-Asia Pasifik Tuntut Kemerdekaan Palestina Menggema dari Bandung
Minggu, 25 Mei 2025 - 21:20 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Dr Shazra perwakilan dari Maladewa menyatakan bahwa aktivis di negaranya terus melawan dan mengedukasi rakyat, meski menghadapi represi bahkan ia sendiri pernah dipenjara lantaran dinilai terlalu keras menggaungkan protes, ia rutin berdemo berdua temannya di depan Kedubes Saudi.
“Kami tidak mendukung solusi dua negara. Palestina harus bebas sepenuhnya, dari West Bank hingga Gaza,” kata Dr Shazra.
Ketua Panitia Konferensi Ir Maryam Rachmayani, STh MM mengatakan, suara perempuan Asia Pasifik semakin menggema kuat di negaranya masing-masing.
“Mereka bergerak dengan caranya, menggerakkan komunitas di tengah keterbatasan, dan hari ini kita satukan energi itu di Bandung, untuk Palestina,” kata Maryam.
Sejalan dengan pernyataan Maryam, Ketua KPIPA Nurjanah Hulwani SAg ME mengatakan, KPIPA ingin memastikan aksi nyata untuk perempuan dan anak Palestina dilakukan dengan cepat dan terukur. Apa yang sudah kita bangun di Asia Pasifik, harapannya bisa menggema ke seluruh dunia.
"Konferensi pers ini menjadi satu dari serangkaian kegiatan Konferensi Asia Pasifik untuk Al-Quds dan Palestina di Bandung. Agenda ini jadi bukti bahwa gerakan perempuan dan media tidak pernah diam, mereka akan terus berisik menuntut keadilan dan kemerdekaan Palestina," kata Nurjanah.
“Kami tidak mendukung solusi dua negara. Palestina harus bebas sepenuhnya, dari West Bank hingga Gaza,” kata Dr Shazra.
Ketua Panitia Konferensi Ir Maryam Rachmayani, STh MM mengatakan, suara perempuan Asia Pasifik semakin menggema kuat di negaranya masing-masing.
“Mereka bergerak dengan caranya, menggerakkan komunitas di tengah keterbatasan, dan hari ini kita satukan energi itu di Bandung, untuk Palestina,” kata Maryam.
Sejalan dengan pernyataan Maryam, Ketua KPIPA Nurjanah Hulwani SAg ME mengatakan, KPIPA ingin memastikan aksi nyata untuk perempuan dan anak Palestina dilakukan dengan cepat dan terukur. Apa yang sudah kita bangun di Asia Pasifik, harapannya bisa menggema ke seluruh dunia.
"Konferensi pers ini menjadi satu dari serangkaian kegiatan Konferensi Asia Pasifik untuk Al-Quds dan Palestina di Bandung. Agenda ini jadi bukti bahwa gerakan perempuan dan media tidak pernah diam, mereka akan terus berisik menuntut keadilan dan kemerdekaan Palestina," kata Nurjanah.
(rca)
Lihat Juga :