Suara Aktivis se-Asia Pasifik Tuntut Kemerdekaan Palestina Menggema dari Bandung
Minggu, 25 Mei 2025 - 21:20 WIB
loading...
A
A
A
Kisah Youmna diperkuat oleh Maher Atiya Abu Qouta, juru kamera yang bekerja bersama Youmna di Gaza. Maher menceritakan bagaimana mereka melihat tubuh-tubuh bergelimpangan, kondisi yang dia sebut sebagai worst inhumanity, tapi harus tetap bersikap profesional.
“Kami tahu nyawa kami terancam, tapi kami tetap bertahan karena kami punya tanggung jawab memperlihatkan kebrutalan ini pada dunia” kata Maher.
Baca juga: Bertemu Perdana Menteri China, Puan Minta Dukungan Akhiri Perang di Gaza
Menurut Youmna dan Maher, aksi boikot terhadap produk pendukung Israel sangat berdampak. “Boikot memukul ekonomi mereka. Protes memberi tekanan. Selama kita bersuara, kita menciptakan perubahan” ujar Youmna.
Dari sisi advokasi internasional, Dr Fauziah Hassan yang pernah ikut misi kemanusiaan Freedom Flotilla kemudian kapalnya ditembak Israel mengabarkan bahwa satu kapal akan kembali berlayar pertengahan Juni 2025, membawa aktivis dari lebih 30 negara untuk menembus pengepungan Israel.
“Kami tidak akan lagi bergerak diam-diam. Dunia harus tahu ada kapal yang sedang menuju Gaza, dan kami akan membawa suara kebebasan” kata Dr Fauziah.
“Kami tahu nyawa kami terancam, tapi kami tetap bertahan karena kami punya tanggung jawab memperlihatkan kebrutalan ini pada dunia” kata Maher.
Baca juga: Bertemu Perdana Menteri China, Puan Minta Dukungan Akhiri Perang di Gaza
Menurut Youmna dan Maher, aksi boikot terhadap produk pendukung Israel sangat berdampak. “Boikot memukul ekonomi mereka. Protes memberi tekanan. Selama kita bersuara, kita menciptakan perubahan” ujar Youmna.
Dari sisi advokasi internasional, Dr Fauziah Hassan yang pernah ikut misi kemanusiaan Freedom Flotilla kemudian kapalnya ditembak Israel mengabarkan bahwa satu kapal akan kembali berlayar pertengahan Juni 2025, membawa aktivis dari lebih 30 negara untuk menembus pengepungan Israel.
“Kami tidak akan lagi bergerak diam-diam. Dunia harus tahu ada kapal yang sedang menuju Gaza, dan kami akan membawa suara kebebasan” kata Dr Fauziah.
Lihat Juga :