Koordinator Staf Khusus Presiden: Bali Perlu Seimbangkan antara Gas dan Rem
Senin, 07 September 2020 - 19:39 WIB
loading...
Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana meminta Pemerintah Provinsi Bali untuk menyeimbangkan antara gas dan rem dalam menggerakkan perekonomian dan pariwisata. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana meminta Pemerintah Provinsi Bali untuk menyeimbangkan antara gas dan rem dalam menggerakkan perekonomian dan pariwisata.
Hal itu diungkapkan Ari Dwipayana saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra di Jayasabha, Denpasar, Minggu 6 September 2020
Dalam kesempatan itu, Ari Dwipayana menyampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap menjadikan penanganan krisis kesehatan dalam pengendalian Pandemi Covid-19 sebagai prioritas. Namun demikian, upaya-upaya untuk menggerakkan kembali sektor perekonomian juga perlu terus dilakukan. (Baca juga: September, Bali Dibuka untuk Wisatawan Mancanegara)
”Dalam kaitan ini, Pemerintah Provinsi Bali perlu menjaga keseimbangan antara menginjak “gas dan rem” dengan takaran yang tepat. Pertimbangan kapan harus menginjak gas dan kapan menginjak rem, harus diputuskan secara seksama dengan tetap menjadikan pertimbangan data dan informasi yang akurat sebagai basis pembuatan keputusan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima SINDOnews, Senin (7/9/2020).
Ari Dwipayana memastikan, Presiden Jokowi dan seluruh Menteri Kabinet Indonesia Maju memberikan perhatian khusus bagi penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 di Provinsi Bali. Lebih jauh, Ari Dwipayana menyampaikan, dalam hal penanganan krisis kesehatan, berdasarkan data pada Sabtu, 5 September 2020, menunjukkan angka Positif Rate di Bali sebesar 17,2% atau masih berada dibawah rata-rata nasional yang mencapai 24,3%. (Baca juga: Pariwisata Lumpuh, Pemprov Bali Revisi Target PAD Rp673 Miliar)
Sedangkan Case Fatality Rate Bali (CFR) 1,6% juga dibawah rata-rata nasional sebesar 4,2%. Demikian juga dengan angka Case Recovery Rate (CRR) Bali mencapai 81,1% atau lebih tinggi dibandingkan angka rata-rata nasional sebesar 70,6%. Terkait angka sembuh, Bali ada diperingkat 9. Walaupun dari angka-angka yang ada, Bali masih lebih baik dari rata-rata nasional. Dalam kesempatan itu, Ari juga mengingatkan kemampuan Bali untuk melandaikan kurva covid-19 akan menentukkan kecepatan pemulihan ekonomi Bali yang mengalami kontraksi cukup dalam. Menurut Ari, perhatian khusus diberikan pemerintah pusat pada ekonomi Bali, mengingat Provinsi Bali mengalami kontraksi ekonomi dalam dua kuartal terakhir.
Hal itu diungkapkan Ari Dwipayana saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra di Jayasabha, Denpasar, Minggu 6 September 2020
Dalam kesempatan itu, Ari Dwipayana menyampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap menjadikan penanganan krisis kesehatan dalam pengendalian Pandemi Covid-19 sebagai prioritas. Namun demikian, upaya-upaya untuk menggerakkan kembali sektor perekonomian juga perlu terus dilakukan. (Baca juga: September, Bali Dibuka untuk Wisatawan Mancanegara)
”Dalam kaitan ini, Pemerintah Provinsi Bali perlu menjaga keseimbangan antara menginjak “gas dan rem” dengan takaran yang tepat. Pertimbangan kapan harus menginjak gas dan kapan menginjak rem, harus diputuskan secara seksama dengan tetap menjadikan pertimbangan data dan informasi yang akurat sebagai basis pembuatan keputusan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima SINDOnews, Senin (7/9/2020).
Ari Dwipayana memastikan, Presiden Jokowi dan seluruh Menteri Kabinet Indonesia Maju memberikan perhatian khusus bagi penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 di Provinsi Bali. Lebih jauh, Ari Dwipayana menyampaikan, dalam hal penanganan krisis kesehatan, berdasarkan data pada Sabtu, 5 September 2020, menunjukkan angka Positif Rate di Bali sebesar 17,2% atau masih berada dibawah rata-rata nasional yang mencapai 24,3%. (Baca juga: Pariwisata Lumpuh, Pemprov Bali Revisi Target PAD Rp673 Miliar)
Sedangkan Case Fatality Rate Bali (CFR) 1,6% juga dibawah rata-rata nasional sebesar 4,2%. Demikian juga dengan angka Case Recovery Rate (CRR) Bali mencapai 81,1% atau lebih tinggi dibandingkan angka rata-rata nasional sebesar 70,6%. Terkait angka sembuh, Bali ada diperingkat 9. Walaupun dari angka-angka yang ada, Bali masih lebih baik dari rata-rata nasional. Dalam kesempatan itu, Ari juga mengingatkan kemampuan Bali untuk melandaikan kurva covid-19 akan menentukkan kecepatan pemulihan ekonomi Bali yang mengalami kontraksi cukup dalam. Menurut Ari, perhatian khusus diberikan pemerintah pusat pada ekonomi Bali, mengingat Provinsi Bali mengalami kontraksi ekonomi dalam dua kuartal terakhir.
Lihat Juga :