Masinton Minta Usulan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional ke Soeharto Dihentikan
Rabu, 21 Mei 2025 - 18:45 WIB
loading...
Mural Presiden ke-2 RI Soeharto. Foto/Dok Sindo
A
A
A
JAKARTA - Aktivis 98 yang kini menjabat Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu buka suara merespons usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto . Masinton meminta agar usulan itu tidak dilanjutkan.
"Pemberian gelar itu jangan dulu," kata Masinton kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Masinton pun meminta seluruh masyarakat khususnya Aktivis 1998 untuk merenungkan bersama terkait usulan pemberian gelar ini. Sebab menurutnya, pemberian gelar itu justru bisa jadi preseden buruk terhadap gerakan reformasi.
"Kalau Pak Harto diberikan gelar pahlawan, nah terus yang aktivis yang memperjuangkan gerakan pada saat itu berarti pengkhianatan?" tuturnya.
Baca Juga: Termasuk Bung Hatta dan Ibu Tien Soeharto, Pahlawan Nasional Ini Lahir Bulan Agustus
Kader PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa gerakan reformasi 1998 merupakan gerakan memperjuangkan demokrasi dan perubahan di Indonesia. Ia pun berharap usulan tersebut segera dihentikan.
![Masinton Minta Usulan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional ke Soeharto Dihentikan]()
Aktivis 98 yang kini menjabat Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu. Foto/Jonathan Simanjuntak
"Maka ketika muncul polemik pemberian gelar ya menurut saya jangan diteruskan," kata mantan anggota DPR RI ini.
Baca Juga: Layakkah Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional?
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi tentang diusulkannya Presiden ke-2 RI Soeharto menjadi pahlawan nasional . Menurutnya, presiden terdahulu wajar mendapatkan penghormatan.
"Kalau berkenaan dengan usulan ya, usulan dari Kementerian Sosial terhadap Presiden Soeharto, saya kira kalau kami merasa bahwa apa salahnya juga? Menurut kami, mantan-mantan Presiden itu sudah sewajarnya untuk kita mendapatkan penghormatan dari bangsa dan negara kita," kata Prasetyo, dikutip Selasa (22/4/2025).
Ia pun kemudian mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menganggap Indonesia bisa berdiri hingga saat ini adanya kebijakan dari presiden terdahulu. "Bapak Presiden selalu menyampaikan bahwa kita itu bisa sampai di sini kan karena prestasi para pendahulu-pendahulu kita. Mulai dari Bung Karno dengan segala dinamika dan permasalahan yang dihadapi masing-masing, kemudian Pak Harto, Pak Habibie, dan seterusnya, Gus Dur, Bu Mega, Pak SBY, Pak Jokowi, semua punya jasa," ujar dia.
Menurutnya, tidak mudah menjadi presiden dengan jumlah penduduk yang demikian besar. "Permasalahan-permasalahan yang selalu muncul dihadapi itu tidak ketahui. Jadi menurut saya tidak ada masalah. Tapi kita belum membahas itu secara khusus," ujarnya.
Soal adanya anggapan Soeharto tidak memenuhi syarat lantaran kontroversi selama memimpin, ia menilai hal itu tidak menjadi persoalan. Dia menegaskan, setiap pemimpin pasti memiliki kekurangan masing-masing. "Ya ini tinggal tergantung versinya yang mana. Kalau ada masalah pasti semua kita ini kan tidak ada juga yang sempurna. Pasti kita ini ada kekurangan."
"Pemberian gelar itu jangan dulu," kata Masinton kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Masinton pun meminta seluruh masyarakat khususnya Aktivis 1998 untuk merenungkan bersama terkait usulan pemberian gelar ini. Sebab menurutnya, pemberian gelar itu justru bisa jadi preseden buruk terhadap gerakan reformasi.
"Kalau Pak Harto diberikan gelar pahlawan, nah terus yang aktivis yang memperjuangkan gerakan pada saat itu berarti pengkhianatan?" tuturnya.
Baca Juga: Termasuk Bung Hatta dan Ibu Tien Soeharto, Pahlawan Nasional Ini Lahir Bulan Agustus
Kader PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa gerakan reformasi 1998 merupakan gerakan memperjuangkan demokrasi dan perubahan di Indonesia. Ia pun berharap usulan tersebut segera dihentikan.

Aktivis 98 yang kini menjabat Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu. Foto/Jonathan Simanjuntak
"Maka ketika muncul polemik pemberian gelar ya menurut saya jangan diteruskan," kata mantan anggota DPR RI ini.
Baca Juga: Layakkah Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional?
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi tentang diusulkannya Presiden ke-2 RI Soeharto menjadi pahlawan nasional . Menurutnya, presiden terdahulu wajar mendapatkan penghormatan.
"Kalau berkenaan dengan usulan ya, usulan dari Kementerian Sosial terhadap Presiden Soeharto, saya kira kalau kami merasa bahwa apa salahnya juga? Menurut kami, mantan-mantan Presiden itu sudah sewajarnya untuk kita mendapatkan penghormatan dari bangsa dan negara kita," kata Prasetyo, dikutip Selasa (22/4/2025).
Ia pun kemudian mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menganggap Indonesia bisa berdiri hingga saat ini adanya kebijakan dari presiden terdahulu. "Bapak Presiden selalu menyampaikan bahwa kita itu bisa sampai di sini kan karena prestasi para pendahulu-pendahulu kita. Mulai dari Bung Karno dengan segala dinamika dan permasalahan yang dihadapi masing-masing, kemudian Pak Harto, Pak Habibie, dan seterusnya, Gus Dur, Bu Mega, Pak SBY, Pak Jokowi, semua punya jasa," ujar dia.
Menurutnya, tidak mudah menjadi presiden dengan jumlah penduduk yang demikian besar. "Permasalahan-permasalahan yang selalu muncul dihadapi itu tidak ketahui. Jadi menurut saya tidak ada masalah. Tapi kita belum membahas itu secara khusus," ujarnya.
Soal adanya anggapan Soeharto tidak memenuhi syarat lantaran kontroversi selama memimpin, ia menilai hal itu tidak menjadi persoalan. Dia menegaskan, setiap pemimpin pasti memiliki kekurangan masing-masing. "Ya ini tinggal tergantung versinya yang mana. Kalau ada masalah pasti semua kita ini kan tidak ada juga yang sempurna. Pasti kita ini ada kekurangan."
(zik)
Lihat Juga :