Pakar Rancang Kota UI: Pandemi Corona Buka Peluang Redesign Ibu Kota Negara
Senin, 07 September 2020 - 18:56 WIB
loading...
A
A
A
Para ahli yang ternama di bidangnya hadir menyampaikan gagasan dan pandangannya, yaitu Antony Sihombing, (Departemen Arsitektur FTUI), Sibarani Sofian (Founder dan Director of Urban+ sekaligus pemenang pertama dalam kompetisi desain Ibu Kota Negara/IKN), Yayat Supriatna (Urban and Regional Planning dari Universitas Trisakti) dan Evawani Ellisa (Departemen Arsitektur FTUI) sebagai moderator.
Pakar Perancangan Kota Departemen Arsitektur FTUI, Antony Sihombing menuturkan, Pandemi ini menjadi kesempatan baik bagi kita untuk kembali mendefinisikan rancangan sebuah kota (redesign) yang baik, agar sesuai dan siap dengan fenomena pandemi, khususnya pada Ibu Kota Negara.
Para ahli dan perancang kota tentunya punya visi bagaimana proses penyesuaian itu akan tetap menjaga bahkan meningkatkan kualitas Ibu Kota Negara yang baru. Selain itu, konsep smart city tentunya memainkan peranan penting dalam kehidupan di era new normal.
"Penggunaan Information Technology (IT) dan Artificial Intelligence (AI) yang semakin maju tentunya turut menentukan kota-kota di masa depan," ujarnya, Senin (7/9/2020).
Arsitek dan perencana kota juga berhubungan dengan bidang kesehatan. Perancangan yang kami buat diarahkan untuk membuat tempat kehidupan manusia yang memenuhi kesehatan masyarakat, nyaman dan aman. Kebijakan physical distancing juga mengubah standar ruang kerja dan dalam konteks yang lebih luas, mengubah nilai ekonomi suatu bangunan.
"Faktor risiko penyebaran penyakit menjadi penting dalam menentukan arah bisnis perkantoran dan retail secara signifikan," ucapnya.
Pakar Perancangan Kota Departemen Arsitektur FTUI, Antony Sihombing menuturkan, Pandemi ini menjadi kesempatan baik bagi kita untuk kembali mendefinisikan rancangan sebuah kota (redesign) yang baik, agar sesuai dan siap dengan fenomena pandemi, khususnya pada Ibu Kota Negara.
Para ahli dan perancang kota tentunya punya visi bagaimana proses penyesuaian itu akan tetap menjaga bahkan meningkatkan kualitas Ibu Kota Negara yang baru. Selain itu, konsep smart city tentunya memainkan peranan penting dalam kehidupan di era new normal.
"Penggunaan Information Technology (IT) dan Artificial Intelligence (AI) yang semakin maju tentunya turut menentukan kota-kota di masa depan," ujarnya, Senin (7/9/2020).
Arsitek dan perencana kota juga berhubungan dengan bidang kesehatan. Perancangan yang kami buat diarahkan untuk membuat tempat kehidupan manusia yang memenuhi kesehatan masyarakat, nyaman dan aman. Kebijakan physical distancing juga mengubah standar ruang kerja dan dalam konteks yang lebih luas, mengubah nilai ekonomi suatu bangunan.
"Faktor risiko penyebaran penyakit menjadi penting dalam menentukan arah bisnis perkantoran dan retail secara signifikan," ucapnya.
Lihat Juga :