Kasmudjo Akui Bukan Pembimbing Skripsi Jokowi, Politikus PDIP: Terima Kasih kalau Jujur
Jum'at, 16 Mei 2025 - 07:44 WIB
loading...
A
A
A
"Sebenarnya publik juga bingung karena tahun 2017 ada berita beliau itu pembimbing skripsi yang sumber beritanya dari Pak Jokowi sendiri dan beliau, tapi di tahun 2025 kok beliau (Kasmudjo) membantah sebagai pembimbing skripsi Jokowi," tutur Guntur saat dihubungi, Kamis (15/5/2025).
Terlepas dari itu, Guntur mengucapkan terima kasih pada Kasmudjo telah jujur ke publik. "Tapi publik juga berterima kasih kalau Pak Kasmudjo jujur," ungkapnya.
Guntur pun menilai, polemik ijazah Jokowi bisa selesai dengan mudah dan tak perlu banyak membuang energi serta gaduh. Salah satu caranya, kata dia, dengan menunjukkan saja ijazah asli ke publik.
"Saya kira soal isu ini bisa diselesaikan dengan silaturahmi tidak perlu membuang energi dan bikin ribet, repot, dan ribut, tinggal tunjukkan ijazah aslinya saja, bikin repot banyak lembaga," tutur Guntur.
"Apalagi Pak Kasmudjo sudah sepuh. Dengan didatangi Jokowi, Pak Kasmudjo malah repot dan ribet," pungkasnya.
Sementara itu, Jokowi sempat mengklaim bahwa Kasmudjo merupakan dospem skripsinya. Hal itu diungkapkan Jokowi mengisi kuliah umum dalam perayaan Dies Natalis UGM ke-68 di Grha Sabha Pramana pada Desember 2017.
Pada awal sambutannya di hadapan para alumni, dekanat, dan mahasiswa, Presiden Jokowi mengundang Ir. Kasmudjo, MS. untuk naik ke panggung bersamanya.
“Beliau (Kasmudjo) waktu dulu membimbing saya, seingat saya galak sekali. Tapi sekarang saya melihat beliau sangat bijaksana sekali,” kata Jokowi disusul tawa para hadirin, Selasa 19 Desember 2017 lalu.
Jokowi juga menceritakan bagaimana perjuangannya saat menyelesaikan skripsi. Ia juga turut menyampaikan terima kasih kepada Kasmudjo, karena berkat bimbingannya, dirinya dapat menyelesaikan skripsi di Jurusan Teknologi Kayu Fakultas Kehutanan.
“Meskipun saya lupa juga bolak-baliknya berapa kali. Karena begitu maju, dibentak, balik, begitu maju, dibentak, kok galak sekali. Tapi sekarang alhamdulillah, ini semua atas bimbingan Pak Kasmudjo,” kata Jokowi.
Terlepas dari itu, Guntur mengucapkan terima kasih pada Kasmudjo telah jujur ke publik. "Tapi publik juga berterima kasih kalau Pak Kasmudjo jujur," ungkapnya.
Guntur pun menilai, polemik ijazah Jokowi bisa selesai dengan mudah dan tak perlu banyak membuang energi serta gaduh. Salah satu caranya, kata dia, dengan menunjukkan saja ijazah asli ke publik.
"Saya kira soal isu ini bisa diselesaikan dengan silaturahmi tidak perlu membuang energi dan bikin ribet, repot, dan ribut, tinggal tunjukkan ijazah aslinya saja, bikin repot banyak lembaga," tutur Guntur.
"Apalagi Pak Kasmudjo sudah sepuh. Dengan didatangi Jokowi, Pak Kasmudjo malah repot dan ribet," pungkasnya.
Sementara itu, Jokowi sempat mengklaim bahwa Kasmudjo merupakan dospem skripsinya. Hal itu diungkapkan Jokowi mengisi kuliah umum dalam perayaan Dies Natalis UGM ke-68 di Grha Sabha Pramana pada Desember 2017.
Pada awal sambutannya di hadapan para alumni, dekanat, dan mahasiswa, Presiden Jokowi mengundang Ir. Kasmudjo, MS. untuk naik ke panggung bersamanya.
“Beliau (Kasmudjo) waktu dulu membimbing saya, seingat saya galak sekali. Tapi sekarang saya melihat beliau sangat bijaksana sekali,” kata Jokowi disusul tawa para hadirin, Selasa 19 Desember 2017 lalu.
Jokowi juga menceritakan bagaimana perjuangannya saat menyelesaikan skripsi. Ia juga turut menyampaikan terima kasih kepada Kasmudjo, karena berkat bimbingannya, dirinya dapat menyelesaikan skripsi di Jurusan Teknologi Kayu Fakultas Kehutanan.
“Meskipun saya lupa juga bolak-baliknya berapa kali. Karena begitu maju, dibentak, balik, begitu maju, dibentak, kok galak sekali. Tapi sekarang alhamdulillah, ini semua atas bimbingan Pak Kasmudjo,” kata Jokowi.
(rca)
Lihat Juga :