Ngeri, Komnas HAM Khawatir Banyak Nyawa Melayang di Pilkada
Senin, 07 September 2020 - 15:48 WIB
loading...
A
A
A
Dia berharap tahapan selanjutnya tidak lagi terjadi kerumunan massa seperti saat pendaftaran. Dia bercerita April-Mei tahun lalu. Komnas HAM banyak mendapatkan aduan mengenai ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia.
Dia menuturkan saat itu banyak pihak yang menuding peristiwa itu sebagai upaya pembunuhan sistematis. “Komnas HAM sudah turun dan tidak ada upaya yang sistematis. Itu lebih pada kekeliruan sistem manajemen di lapis bawah,” paparnya.(Baca juga: Pilkada 2020, Jazilul Fawaid Ingatkan Calon Berkompetisi dengan Jujur )
Pilkada sekarang dilaksanakan dalam ancaman pandemi Covid-19. Penyakit ini sangat mematikan. Saat ini, penyebaran virus Sars Cov-II di Indonesia semakin meningkat. Belakangan, tiap harinya kasus terkonfirmasi positif mencapai 3.000 orang.
“Kali ini kita cemas lagi, mudah-mudahan tidak terulang lagi (jatuhnya korban),” pungkasnya.
Dia menuturkan saat itu banyak pihak yang menuding peristiwa itu sebagai upaya pembunuhan sistematis. “Komnas HAM sudah turun dan tidak ada upaya yang sistematis. Itu lebih pada kekeliruan sistem manajemen di lapis bawah,” paparnya.(Baca juga: Pilkada 2020, Jazilul Fawaid Ingatkan Calon Berkompetisi dengan Jujur )
Pilkada sekarang dilaksanakan dalam ancaman pandemi Covid-19. Penyakit ini sangat mematikan. Saat ini, penyebaran virus Sars Cov-II di Indonesia semakin meningkat. Belakangan, tiap harinya kasus terkonfirmasi positif mencapai 3.000 orang.
“Kali ini kita cemas lagi, mudah-mudahan tidak terulang lagi (jatuhnya korban),” pungkasnya.
(dam)
Lihat Juga :