5 Persamaan Jokowi dengan Dedi Mulyadi, dari Pemanfaatan Media Sosial hingga Angkat Kearifan Lokal
Minggu, 11 Mei 2025 - 17:53 WIB
loading...
A
A
A
Dedi Mulyadi juga menonjolkan kesederhanaan, bahkan sering tampil dengan iket Sunda (ikat kepala khas Sunda) dan pakaian tradisional. Dia menyatu dengan masyarakat bukan hanya secara simbolik, tapi juga dalam cara berpakaian dan gaya hidup. Gaya sederhana KDM menjadi ciri khasnya dan menegaskan identitas budaya lokal yang dia angkat di tengah panggung politik nasional.
Hal yang sama juga dilakukan Dedi Mulyadi. Dia sering terlihat menyapa warga, mendengarkan keluhan, bahkan ikut terlibat dalam aktivitas sosial di desa-desa. Pendekatan personal seperti ini membuatnya dicintai terutama oleh masyarakat pedesaan.
Sama seperti Jokowi, Dedi Mulyadi memulai karier politiknya di tingkat lokal sebagai Wakil Bupati Purwakarta lalu naik menjadi Bupati Purwakarta. Kepemimpinannya di Purwakarta dipuji karena inovatif, terutama dalam penguatan budaya lokal dan pengembangan infrastruktur.
Dedi Mulyadi sangat kental dengan nilai-nilai budaya Sunda. Dia konsisten mengangkat kearifan lokal melalui cara berpakaian, simbol-simbol tradisi, hingga berbagai program pembangunan yang mempertahankan identitas kebudayaan. Baginya, budaya bukan hanya warisan, tetapi alat transformasi sosial.
3. Cara Pendekatan dengan Rakyat
Jokowi populer dengan pendekatan blusukan yaitu turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi rakyat tanpa formalitas berlebihan. Strategi ini dinilai efektif dalam memahami kebutuhan masyarakat secara nyata dan menciptakan hubungan emosional kuat.Hal yang sama juga dilakukan Dedi Mulyadi. Dia sering terlihat menyapa warga, mendengarkan keluhan, bahkan ikut terlibat dalam aktivitas sosial di desa-desa. Pendekatan personal seperti ini membuatnya dicintai terutama oleh masyarakat pedesaan.
4. Karier Politik Awal
Jokowi mengawali karier politiknya sebagai Wali Kota Surakarta (Solo) pada 2005. Kepemimpinannya di Solo menjadi batu loncatan penting karena dari situlah dia dikenal sebagai pemimpin reformis dan efektif yang akhirnya membawanya ke jabatan Gubernur Jakarta kemudian Presiden.Sama seperti Jokowi, Dedi Mulyadi memulai karier politiknya di tingkat lokal sebagai Wakil Bupati Purwakarta lalu naik menjadi Bupati Purwakarta. Kepemimpinannya di Purwakarta dipuji karena inovatif, terutama dalam penguatan budaya lokal dan pengembangan infrastruktur.
5. Mengangkat Kearifan Lokal
Satu lagi persamaan yang menonjol adalah bagaimana keduanya membawa nilai-nilai budaya lokal dalam kepemimpinan mereka. Jokowi kerap menampilkan sisi budaya dalam keputusan atau sikap politiknya, termasuk dalam pidato dan filosofi seperti "nguwongke uwong" (memanusiakan manusia) serta menghormati adat lokal dalam berbagai agenda nasional.Dedi Mulyadi sangat kental dengan nilai-nilai budaya Sunda. Dia konsisten mengangkat kearifan lokal melalui cara berpakaian, simbol-simbol tradisi, hingga berbagai program pembangunan yang mempertahankan identitas kebudayaan. Baginya, budaya bukan hanya warisan, tetapi alat transformasi sosial.
(jon)
Lihat Juga :