Moderasi Beragama Lintas Agama Kunci Meredam Ideologi Ekstrem
Kamis, 08 Mei 2025 - 01:00 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi tidak hanya ngerem saja, tapi kita juga harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi untuk bisa mengendalikan diri," katanya.
Philip menekankan Hari Raya Waisak bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum refleksi dan internalisasi nilai spiritual menuju pencerahan. Dalam perayaan ini, umat Buddha diajak mengenang tiga peristiwa penting dalam kehidupan Sidharta Gautama untuk mendalami makna kedamaian dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.
Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda lintas agama untuk berkolaborasi dalam membangun dunia yang lebih baik. Oleh karena itu, semangat moderasi beragama harus terus digelorakan sebagai upaya menegakkan nilai-nilai persatuan bangsa.
"Semangat moderasi beragama, yang berada di tengah (moderat) tidak condong ke kanan dan ke kiri, juga harus digelorakan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan bangsa," kata Philip yang juga aktif dalam pelestarian lingkungan hidup.
Baca juga: Kemenag Targetkan 1.000 Kampung Moderasi Beragama Rampung di 2025
Philip menekankan Hari Raya Waisak bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum refleksi dan internalisasi nilai spiritual menuju pencerahan. Dalam perayaan ini, umat Buddha diajak mengenang tiga peristiwa penting dalam kehidupan Sidharta Gautama untuk mendalami makna kedamaian dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.
Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda lintas agama untuk berkolaborasi dalam membangun dunia yang lebih baik. Oleh karena itu, semangat moderasi beragama harus terus digelorakan sebagai upaya menegakkan nilai-nilai persatuan bangsa.
"Semangat moderasi beragama, yang berada di tengah (moderat) tidak condong ke kanan dan ke kiri, juga harus digelorakan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan bangsa," kata Philip yang juga aktif dalam pelestarian lingkungan hidup.
Baca juga: Kemenag Targetkan 1.000 Kampung Moderasi Beragama Rampung di 2025
Lihat Juga :