Dari Malioboro ke New York: Kisah Transformasi Batik Riyanti ke Panggung Dunia
Selasa, 06 Mei 2025 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
“Batik tulis itu mahal dan sulit dijual ke pembeli pertama. Tapi yang penting mereka suka dulu. Setelah itu baru bisa dikenalkan ke batik tulis,” katanya.
Pandemi COVID-19 menjadi titik balik. Toko fisik sempat tutup selama enam bulan, tapi justru di masa inilah penjualan online melonjak tajam.
Batik Riyanti aktif di semua platform, memanfaatkan live shopping dan program paylater.
Hingga kini, 70% penjualan masih berasal dari offline dengan 18 titik penjualan dan dua toko utama di Malioboro dan BSD.
Namun kehadiran online sangat penting untuk menjangkau konsumen baru dan memperkuat citra brand.
Inovasi dan konsistensi membawa Batik Riyanti tampil di panggung internasional: New York Fashion Week, Puteri Indonesia, hingga Jogja Fashion Week. Namun di balik gemerlap itu, mereka tetap menghadapi tantangan — dari peniruan desain hingga pengembangan bahan baku.
“Kami terus berusaha jaga kualitas dan layanan, karena customer online kami sering datang ke toko untuk merasakan langsung produknya,” ujar Aditya.
Kini, Batik Riyanti bukan sekadar merek batik. Ia adalah simbol adaptasi, keberanian, dan transformasi budaya — dari lorong Malioboro, hingga sorotan cahaya dunia.
Melewati Badai, Tumbuh di Era Pandemi
Pandemi COVID-19 menjadi titik balik. Toko fisik sempat tutup selama enam bulan, tapi justru di masa inilah penjualan online melonjak tajam.
Batik Riyanti aktif di semua platform, memanfaatkan live shopping dan program paylater.
Hingga kini, 70% penjualan masih berasal dari offline dengan 18 titik penjualan dan dua toko utama di Malioboro dan BSD.
Namun kehadiran online sangat penting untuk menjangkau konsumen baru dan memperkuat citra brand.
Dari Indonesia untuk Dunia
Inovasi dan konsistensi membawa Batik Riyanti tampil di panggung internasional: New York Fashion Week, Puteri Indonesia, hingga Jogja Fashion Week. Namun di balik gemerlap itu, mereka tetap menghadapi tantangan — dari peniruan desain hingga pengembangan bahan baku.
“Kami terus berusaha jaga kualitas dan layanan, karena customer online kami sering datang ke toko untuk merasakan langsung produknya,” ujar Aditya.
Kini, Batik Riyanti bukan sekadar merek batik. Ia adalah simbol adaptasi, keberanian, dan transformasi budaya — dari lorong Malioboro, hingga sorotan cahaya dunia.
(shf)
Lihat Juga :