Jokowi Perintahkan Rapid Test Corona Segera Dilaksanakan

Kamis, 19 Maret 2020 - 12:23 WIB
Jokowi Perintahkan Rapid...
Jokowi Perintahkan Rapid Test Corona Segera Dilaksanakan
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar rapid test Corona atau tes cepat Corona segera dilaksanakan. Rapid test ini dilakukan merupakan deteksi dini terhadap seseorang yang berpotensi terpapar virus Corona. (Baca juga: Jokowi Minta Kegiatan Keagamaan Libatkan Banyak Orang Harus Dievaluasi)

“Segera lakukan rapid test. Tes cepat dengan cakupan lebih besar agar deteksi dini, kemungkinan indikasi awal seorang terpapar Covid-19 bisa dilakukan,” katanya saat membuka rapat terbatas melalui teleconference, Kamis, (19/3/2020). (Baca juga: Jokowi Sebut Wisma Atlet Bisa Digunakan untuk Tangani Corona)

Jokowi juga memerintahkan agar alat rapid test terus diperbanyak. Termasuk juga memperbanyak tempat-tempat untuk melakukan tes tersebut.
“Melibatkan rumah sakit baik pemerintah, milik BUMN, Pemda, rumah sakit milik TNI/Polri, dan swasta. Dan lembaga riset dan pendidikan tinggi yang mendapatkan rekomendasi Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Dia juga meminta agar disiapkan protokol kesehatan yang alurnya jelas, sederhana dan mudah dipahami.Termasuk juga dengan mekanisme rapid test ini juga harus dijelaskan. “Terkait dengan hasil rapid test ini, apakah dengan karantina mandiri, self isolation ataupun memerlukan layanan rumah sakit. Protokol kesehatannya dijelaskan,” ujarnya.

Sebelumnya dijelaskan rapid test yang akan dijalankan menggunakan spesimen darah bukan spesimen tenggorokan seperti pada umumnya. Namun hanya dapat mendeteksi orang yang telah terpapar selama seminggu. Jika Belum maka hasilnya akan negatif. Meski begitu keuntungan dari rapid test menggunakan spesimen darah adalah tidak dibutuhkan sarana pemeriksaan laboratorium pada bio security level dua. Sehingga dapat dilaksanakan di hampir seluruh laboratorium kesehatan yang ada di rumah sakit di Indonesia.
(cip)
Berita Terkait
KSAL Instruksikan Marinir...
KSAL Instruksikan Marinir Bantu Pemerintah Tangani Covid-19
Ahmad Yurianto Sebut...
Ahmad Yurianto Sebut 193.571 Orang Berstatus ODP dan 17.754 PDP Corona
Pemerintah Dinilai Tak...
Pemerintah Dinilai Tak Berdaya Hadapi Mafia Pasar
Demokrat Ingatkan Pemerintah...
Demokrat Ingatkan Pemerintah Segera Buat Road Map Penanganan Corona
Bara JP Nilai Butuh...
Bara JP Nilai Butuh Soliditas Pemerintah Hadapi Krisis Imbas Pandemi COVID-19
KBRI Colombo Fasilitasi...
KBRI Colombo Fasilitasi Pemulangan 347 WNI di Sri Lanka dan Maladewa
Berita Terkini
Tim Kolaborasi Film...
Tim Kolaborasi Film Pesta Babi Buka Suara setelah Mama Sinta Lapor Polisi
Kasus Chromebook, Publik...
Kasus Chromebook, Publik Harus Fokus Fakta Sidang daripada Opini Digital
1 Brigjen dan 2 Kombes...
1 Brigjen dan 2 Kombes Digeser ke Divkum Polri usai Mutasi Mei 2026
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
SNI Jadi Benteng Produk...
SNI Jadi Benteng Produk Lokal dan Jalan IKM Tembus Ekspor
Anggota DPR Cindy Monica:...
Anggota DPR Cindy Monica: Putusan MK Perkuat Hak Politik Perempuan
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved