Mahasiswa Diajak Bersama-sama Kawal Implementasi UU TNI Terbaru
Rabu, 30 April 2025 - 06:19 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Direktur Pusat Sosial Politik dan Pertahanan Keamanan (Sospolhukam) BEM PT NU Se-Nusantara Gangga Listiawan yang membawakan topik "RUU TNI dan Peran Hukum dalam Menjaga Keamanan Nasional di Tengah Perubahan Cepat Zaman."
Gangga menekankan bahwa pembaruan RUU TNI merupakan respons visioner terhadap kompleksitas ancaman global, termasuk ancaman siber, konflik asimetris, dan dinamika geopolitik internasional. Dia menilai, penguatan kerangka hukum melalui RUU ini akan menjadikan TNI semakin adaptif, profesional, serta mampu menghadapi tantangan multidimensi di era globalisasi.
Dalam kesempatan sama, Ketua Kajian Hukum DEMA PTKIN Ilham Ulumudin mengangkat tema "Peran Strategis Mahasiswa dalam Mendukung Ketahanan Nasional”. Dia mengingatkan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya menjadi penonton, melainkan pendukung aktif reformasi sektor pertahanan.
Dirinya mendorong mahasiswa untuk membangun narasi positif, literasi kebangsaan, serta keterlibatan kritis dalam mengawal implementasi RUU TNI pasca-pengesahan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembaruan UU TNI bukan sekadar kebutuhan internal militer, melainkan bagian integral dari strategi nasional dalam menghadapi perubahan bentuk ancaman global yang semakin kompleks, perkembangan teknologi pertahanan yang menuntut adaptasi cepat.
Kemudian, dinamika geopolitik regional yang semakin kompetitif, serta kebutuhan memperkuat sinergi antara pertahanan nasional dengan supremasi hukum dan demokrasi. Para narasumber menganggap pembaruan ini juga memberikan kepastian hukum yang lebih kuat dalam memperjelas peran dan tugas TNI baik di masa damai maupun dalam kondisi kontinjensi, serta membuka ruang lebih luas untuk operasi militer selain perang (OMSP) dalam menjaga ketertiban nasional.
Gangga menekankan bahwa pembaruan RUU TNI merupakan respons visioner terhadap kompleksitas ancaman global, termasuk ancaman siber, konflik asimetris, dan dinamika geopolitik internasional. Dia menilai, penguatan kerangka hukum melalui RUU ini akan menjadikan TNI semakin adaptif, profesional, serta mampu menghadapi tantangan multidimensi di era globalisasi.
Dalam kesempatan sama, Ketua Kajian Hukum DEMA PTKIN Ilham Ulumudin mengangkat tema "Peran Strategis Mahasiswa dalam Mendukung Ketahanan Nasional”. Dia mengingatkan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya menjadi penonton, melainkan pendukung aktif reformasi sektor pertahanan.
Dirinya mendorong mahasiswa untuk membangun narasi positif, literasi kebangsaan, serta keterlibatan kritis dalam mengawal implementasi RUU TNI pasca-pengesahan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembaruan UU TNI bukan sekadar kebutuhan internal militer, melainkan bagian integral dari strategi nasional dalam menghadapi perubahan bentuk ancaman global yang semakin kompleks, perkembangan teknologi pertahanan yang menuntut adaptasi cepat.
Kemudian, dinamika geopolitik regional yang semakin kompetitif, serta kebutuhan memperkuat sinergi antara pertahanan nasional dengan supremasi hukum dan demokrasi. Para narasumber menganggap pembaruan ini juga memberikan kepastian hukum yang lebih kuat dalam memperjelas peran dan tugas TNI baik di masa damai maupun dalam kondisi kontinjensi, serta membuka ruang lebih luas untuk operasi militer selain perang (OMSP) dalam menjaga ketertiban nasional.
(rca)
Lihat Juga :