Momen Kedatangan Jenderal Ahmad Yani ke Padang yang Bikin PRRI Hengkang

Rabu, 30 April 2025 - 01:05 WIB
loading...
Momen Kedatangan Jenderal...
Jenderal TNI (Purn) Ahmad Yani merupakan salah satu tokoh militer kenamaan Indonesia. Di masa jayanya, dia pernah menjabat Menteri/Panglima Angkatan Darat (Menpangad) yang kini disebut KSAD. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Jenderal TNI (Purn) Ahmad Yani merupakan salah satu tokoh militer kenamaan Indonesia. Di masa jayanya, dia pernah menjabat Menteri/Panglima Angkatan Darat (Menpangad) yang kini disebut KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat).

Jauh sebelum mencapai puncak kariernya di militer, Ahmad Yani memiliki perjalanan panjang yang penuh kisah menarik di antaranya tercipta di medan tempur saat bertugas langsung memimpin operasi penting.

Baca juga: Kapten Sanjoto, Saksi Hidup yang Jadi Penguji SIM Jenderal Ahmad Yani

Salah satunya ketika operasi penumpasan Pemerintahan Republik Revolusioner Indonesia (PRRI) di Sumatera Barat. Ketika itu, Ahmad Yani memimpin jalannya misi tersebut yang dikenal dengan nama Operasi 17 Agustus.

Momen Kedatangan Ahmad Yani ke Padang

Operasi 17 Agustus dilakukan pada April 1958. Dipimpin Ahmad Yani yang waktu itu berpangkat Kolonel. Misi ini melibatkan tiga matra berbeda di TNI.

Operasi penumpasan PRRI berfokus pada penyerbuan terhadap Kota Padang. Masing-masing matra yang terlibat mendapat penugasan berbeda.

Tak butuh waktu lama, pasukan gabungan yang dipimpin Ahmad Yani sukses membuat tentara PRRI kocar-kacir. Bahkan, pasukannya bisa dibilang tidak menemukan perlawanan yang cukup kuat.

Pada buku “Sutan Sjahrir: Negarawan, Humanis, Demokrat Sejati yang Mendahului Zamannya” disebutkan bahwa pasukan Ahmad Yani tak mendapati perlawanan berarti dari tentara PRRI.

Sebagian dari mereka justru berlarian kabur meninggalkan Padang untuk mundur ke Sukaramai, Solok, Muarapanas, serta Bukittinggi.

“Orang Minang hanya pintar berdagang,” ujar Achmad Yani dalam buku yang sama saat ditanyakan wartawan asing terkait penyebab pasukannya tak mendapat perlawanan kuat.

Sedikit perlawanan hanya dihadapi pasukan Korps Komando Operasi (sekarang Marinir TNI AL) dan Banteng Raiders saat memasuki pedalaman usai menguasai Kota Padang. Mereka yang mendarat dengan kapal amfibi di muara Sungai Batang Kuranji sempat bentrok dengan tentara PRRI.

Namun, perlawanan di sana terbilang singkat dan tidak menyulitkan pergerakan Banteng Raiders dan Marinir. Sebagian dari tentara PRRI yang kepepet juga melarikan diri lewat selokan.

Dijelaskan dalam buku “Jejak-Jejak Pahlawan: Perekat Kesatuan Bangsa Indonesia”, Kota Padang yang menjadi target penguasaan berhasil dikuasai dalam waktu kurang dari 24 jam. Hal ini menandai salah satu kesuksesan Ahmad Yani dalam memimpin operasi militer.

Kesuksesan operasi di Padang ikut mengantarkan Ahmad Yani ke jenjang karier lebih tinggi di TNI. Dia pun sukses pecah bintang satu alias Brigadir Jenderal (Brigjen).

Setelah itu, kiprahnya di militer semakin moncer. Sebagai salah satu perwira tinggi yang dekat dengan Presiden Soekarno, dia menjabat Panglima Angkatan Darat/Menpangad (KSAD) sebelum akhirnya gugur dalam Peristiwa G30S PKI.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PSI Padang Sediakan...
PSI Padang Sediakan Potong Rambut Gratis bagi Penyintas Bencana
BNPT dan DPR Kolaborasi...
BNPT dan DPR Kolaborasi Tingkatkan Toleransi dan Moderasi Beragama di Padang
Dinilai Timbulkan Perpecahan,...
Dinilai Timbulkan Perpecahan, Polemik Lisensi Rumah Makan Minang Harus Dihentikan
Apa Saja Usaha yang...
Apa Saja Usaha yang Dilakukan untuk Menumpas Pemberontakan PRRI Permesta? Ini 6 Operasinya
7 Fakta Alex Kawilarang,...
7 Fakta Alex Kawilarang, Sosok Jenderal Tampan Pendiri Kopassus
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Pemerintah Usut Tuntas Kematian Bocah 13 Tahun di Padang
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
Marak Risiko Aktivitas...
Marak Risiko Aktivitas Digital, HGI dan Polda Sumbar Gelar Literasi Digital
Mali Kacau! Separatis...
Mali Kacau! Separatis Serang Basis Militer Seluruh Negeri, Menhan Camara Tewas
Rekomendasi
5 Drama Korea yang Wajib...
5 Drama Korea yang Wajib Ditonton jika Kamu Suka
Ducati Kenalkan Panigale...
Ducati Kenalkan Panigale V4 Márquez 2025 World Champion Replica
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Berita Terkini
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
29 Brigjen Pol Dimutasi...
29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved