Akhir Perang Rusia-Ukraina dan Pengaruh Korea Utara-China

Minggu, 27 April 2025 - 12:31 WIB
loading...
A A A
China juga, pada dasarnya, akan secara resmi mengakui pengaruh Korea Utara terhadap Rusia. Dalam dinamika politik dan keamanan internasional, China dan Korea Utara selama ini memiliki kepentingan strategis yang sejajar, dengan Korea Utara tidak memiliki pelindung lain selain China—menempatkannya dalam posisi ketergantungan absolut terhadap China. Namun, kini Rusia telah muncul, setidaknya sebagian, sebagai pelindung alternatif, memperkenalkan variabel baru yang signifikan dalam hubungan China-Korea Utara yang tidak bisa diabaikan.

Sebagai bagian dari kerja sama militernya dengan Rusia, Korea Utara telah memperoleh berbagai teknologi senjata strategis canggih dari Moskow untuk memperkuat kapabilitas militer independennya. Rusia bahkan secara resmi telah mengakui senjata nuklir dan sistem peluncur Korea Utara. Bagi Korea Utara, ini adalah kemenangan diplomatik—seperti hujan setelah kekeringan panjang. Namun bagi China, ini merupakan pukulan serius terhadap kepentingan nasionalnya, dan realitas baru ini diperkirakan akan semakin mengakar dalam beberapa tahun ke depan.

Hingga saat ini, China masih menahan diri untuk tidak memberikan dukungan atau pengakuan eksplisit terhadap Korea Utara dalam bidang militer, termasuk program senjata nuklirnya. Secara khusus, Beijing terus mempertahankan posisi hati-hati dan penuh perhitungan terhadap senjata nuklir Korea Utara.

Lalu, bagaimana seharusnya China merespons kedekatan yang semakin dalam antara Korea Utara dan Rusia? Selama dua tahun terakhir, saat hubungan Rusia-Korea Utara semakin erat, China sebagian besar memilih mengabaikan situasi tersebut dan tetap pasif. Sampai taraf tertentu, dukungan militer Korea Utara terhadap Rusia telah membawa keuntungan tidak langsung bagi China. Karena Beijing akhirnya terhindar memberikan bantuan militer langsung ke Moskow.

Namun, hasilnya justru meningkatkan pengaruh Korea Utara terhadap Rusia. Salah satu opsi bagi China adalah menahan diri untuk tidak ikut serta dalam kerja sama militer Rusia–Korea Utara, dan memilih respons pasif. Tujuan China untuk menghindari terseret ke dalam kerangka aliansi militer trilateral bersama Rusia dan Korea Utara.

Trump diperkirakan akan mengejar negosiasi langsung dengan Korea Utara tahun ini. Korea Utara, pada gilirannya, kemungkinan akan berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan pengaruhnya terhadap Rusia dalam proses ini. Mungkin hal pertama yang perlu diperhatikan adalah siapa yang akan menghadiri parade militer Rusia bulan depan. Kim? Trump? Xi? Mulai dari Jepang dan Korea Selatan hingga Prancis, Jerman, Inggris, dan Polandia—semua mata tertuju pada ke mana bayang-bayang China—yang membayangi Rusia dan Korea Utara—akan jatuh. Amerika Serikat, tentu saja, juga memperhatikan.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Manuver Dua Kaki China...
Manuver Dua Kaki China di Panggung Global
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Rekomendasi
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Berita Terkini
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved