Evaluasi Kebijakan Bukan Keniscayaan?

Senin, 21 April 2025 - 13:26 WIB
loading...
A A A
Ditengarai perubahan terjadi sebagai tindaklanjut pembahasan dengan komisi terkait di parlemen. Istilah yang digunakan berubah menjadi kebijakan rekonstruksi terhadap keputusan pemangkasan anggaran. Pertanyaannya, apakah ketika keputusan awal efisiensi anggaran tersebut ditetapkan terdapat kelupaan atau kekhilafan terdapat hal-hal yang belum dipertimbangkan secara cermat? Ataukah yang penting adalah mengedepankan pemangkasan dahulu agar ada “hal yang baru”, walaupun (mungkin) belum cukup analisis dan bukti kejelasan pemanfaatan anggaran yang dipangkas pada saat itu?

Rekonstruksi tersebut bisa saja diindikasikan telah berlangsungnya sebuah proses evaluasi kebijakan, walau pada kenyataannya kebijakan sesuai Inpres tersebut belum sempat diimplementasikan. Yang berlaku secara normative, bahwa evaluasi dilakukan setelah kebijakan tersebut diimplementasikan. Apakah ada kemungkinan proses evaluasi tanpa langkah yang normatif tersebut akibat tekanan untuk merespon munculnya keluhan atau ketidaksetujuan dari kementerian/lembaga terkait serta berbagai lapisan masyarakat? Yang juga menarik munculnya tren baru yaitu sikap kontra berbagai pemangku kepentingan yang diungkapkan melalui media sosial, harus diakomodir karena secara tidak langsung menjadi basis proses evaluasi untuk mengubah kebijakan.

Terdapat beberapa kebijakan lain mengalami perubahan tanpa harus melalui serangkaian proses evaluasi yang cukup panjang, melainkan cukup melalui pernyataan pemegang kebijakan termasuk pimpinan daerah. Pernyataan tersebut yang dilontarkan dalam media atau viral ternyata sudah dianggap valid dan patut sebagai perubahan kebijakan dengan proses evaluasi dari pejabat yang bersangkutan. Proses ini harus diakui sangat efektif dan efisien karena tidak harus melalui pembahasan evaluasi yang bertele-tele. Namun, sebaliknya sering menyebabkan kebingungan bagi para target kebijakan. Apalagi ketika kemudian pernyataan perubahan kebijakan oleh pimpinan daerah tersebut tidak sinkron dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Mengubah Paradigma
Cukup banyak bukti bahwa kebijakan yang secara umum dipandang para ahli cukup baik, ternyata menghadapi banyak kendala ketika diimplementasikan. Sebaliknya, ada kebijakan yang kelihatannya kurang bermutu diitnjau dari substansinya, namun diterima masyarakat karena mewakili aspirasinya. Abidin (2006: 143-144) meyakini bahwa salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu kebijakan adalah mutu kebijakan ditinjau dari substansi kebijakan yang dirumuskan. Dikatakannya lebih lanjut, mutu kebijakan sangat tergantung pada kebenaran mengidentifikasi masalah secara tepat.

Artinya, masalah yang diidentifikasi walau tidak melalui proses evaluasi terstandar, tidak sekadar benar dalam arti plausible atau masuk akal, tetapi juga dapat ditangani (actionable) ditinjau dari berbagai kondisi yang ada. Perubahan paradigma tampaknya selaras dengan Abidin (2006) yang mengatakan harus adanya jaminan bahwa masalah dirumuskan dengan tepat ketika proses penyusunan kebijakan. Kegagalan mengidentifikasi masalah selalu menjadi isu yang dapat diperdebatkan apalagi kalau tidak dilalui dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Bangun Ekosistem...
Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas lewat Revitalisasi Sekolah
Tindak Lanjut Perpres...
Tindak Lanjut Perpres 111/2025, Kemenag Siapkan Materi Pendidikan Cegah Penyebaran LGBTQ
Sekolah Garuda, Asa...
Sekolah Garuda, Asa bagi Anak Cerdas Kurang Mampu Raih Masa Depan
Mendorong Kebijakan...
Mendorong Kebijakan Energi Berkelanjutan Demi Lingkungan dan Kesejahteraan
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Bakti BCA Kembali Buka...
Bakti BCA Kembali Buka Teacher Tech Championship 2026
Rekomendasi
DBD Tak Lagi Penyakit...
DBD Tak Lagi Penyakit Musiman, Ahli Minta Pencegahan Dengue Sepanjang Tahun
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Berita Terkini
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Judul RUU Perampasan...
Judul RUU Perampasan Aset Diubah Menjadi RUU Pemulihan Aset? Ini Pandangan Pakar Hukum Pidana
96 Perwira Duduki Jabatan...
96 Perwira Duduki Jabatan Strategis di Bareskrim pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Prabowo Minta Tindakan...
Prabowo Minta Tindakan Tegas Terhadap Penyelewengan Tak Merusak Stabilitas Nasional
3 Fakta yang Telah Diungkap...
3 Fakta yang Telah Diungkap KPK Terkait OTT Bupati Lombok Barat
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved