Wapres: Kebijakan Pemerintah Terkait Corona Demi Keselamatan Rakyat

Kamis, 07 Mei 2020 - 12:21 WIB
loading...
Wapres: Kebijakan Pemerintah...
Wapres KH Maruf Amin menegaskan, kebijakan pemerintah terkait Corona demi keselamatan rakyat Indonesia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah berusaha keras untuk menghentikan penyebaran Sars Cov-II. Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menangani pandemi COVID-19 ini. (Baca juga: Mensos Ajak Ormas Ikut Awasi Penyaluran Bansos Corona)

Ma’ruf Amin menegaskan prioritas pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan apapun adalah rakyat. Pandemi Corona memaksa pemerintah mengerahkan segala upayanya untuk meredam dampak yang lebih parah. “Tujuan pemerintah dalam situasi pandemi ini hanya satu, yaitu keselamatan seluruh rakyat. Baik itu keselematan di bidang kesehatan, maupun sosial-ekonomi sebagai dampaknya,” ujarnya dalam akun twitter @Kiyai_MarufAmin pada Kamis, (7/6/2020). (Baca juga: Presiden Jokowi: Kita Beruntung Memilih PSBB, Bukan Lockdown)

Dalam cuitan itu, Ma’ruf Amin menegaskan kembali itu semua dibahas pada sidang kabinet paripurna Pagu Indikatif RAPBN Tahun Anggaran 2021. Pemerintah, katanya, fokus menyatukan semua kekuatan untuk mengendalikan penyebaran virus Corona dan penanganan atas dampaknya. (Baca juga: Komisi XI DPR Dukung Kebijakan Pemerintah Tangani Wabah Corona)

“Seluruh elemen bangsa saling bahu-membahu. Seluruh jajaran pemerintahan, organisasi sosial kemasyarakatan, partai politik, dan sektor swasta turut serta berpartipasi dalam menanggulangi pandemi ini,” tutur Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif itu.

Selain membuat sektor kesehatan pontang-panting, pandemi ini memengaruhi perekonomian nasional. Pertumbungan ekonomi hanya 2,97%. Harus diakui pandemi ini telah memukul perekonomian. Ini bisa dilihat banyaknya terjadi perumahan dan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada pekerja di berbagai sektor.

Ma’ruf Amin menuturkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif baik dibandingkan dengan sejumlah negera lain. Beberapa negara, seperti China, Prancis, Hong Kong, Spanyol, dan Italia yang mengalami pertumbuhan negatif. “Untuk itu, kami bekerja ekstra dan jeli melihat perkembangan situasi saat ini dan proyeksi ke depan. Ini unyuk mendapatkan solusi yang efektif mencegah melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesi ke depan,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Berita Terkini
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved