Alasan Hasan Nasbi Jawab Dimasak Aja soal Teror Kepala Babi
Sabtu, 22 Maret 2025 - 17:19 WIB
loading...
A
A
A
“Saya itu kemarin hanya menyempurnakan responsnya Si cica itu aja. Ya kalau sudah dikecilkan kayak gitu kan sekalian aja dikecilkan si penerornya dengan cara dimasak kan? Dan si Si Cica itu makan babi kan? Jadi bukan pelecehan itu," jelasnya.
Hasan pun meminta awak media untuk melihat akun X Cica yang justru menanggapi dengan bercanda. "Coba kamu lihat deh X-nya si Cica, menurut saya itu respons yang benar kayak gitu. Jadi kan saya meneruskan itu, kan itu saya sampaikan kemarin. Lho, buktinya dia menangkapinya bercanda aja gitu. Jadi sekarang itu si peneror itu pasti KPI-nya menebar ketakutan. Terus kita besar-besarkan ketakutannya, ya tercapai dong target dia kalau kita besar-besarkan ketakutannya," jelas Hasan.
Baca juga: Syahganda Nainggolan Anggap Teror Kepala Babi Perbuatan Biadab dan Haram
"Saya menyempurnakan respons itu ya, sekalian aja kan? Kalau orang kirim itu sebagai teror, ternyata bahan makanan dia dimasak ajalah. Peneror kan pasti stres kalau bahan kiriman dia dimasak kan gitu. Kira-kira begitu. Jadi saya bingung kenapa marah-marah, tetapi kirim ajalah namanya orang kan," tambahnya.
Hasan kembali menegaskan bahwa pemerintah menjunjung tinggi kebebasan pers. Apalagi, kebebasan pers dilindungi oleh undang-undang. "Ya kan kalau pemerintah. Soal kebebasan pers itu pemerintah nggak pakai teori lagi. Tapi kan sudah pembuktian. Nggak ada yang dilarang bikin berita."
Hasan pun meminta awak media untuk melihat akun X Cica yang justru menanggapi dengan bercanda. "Coba kamu lihat deh X-nya si Cica, menurut saya itu respons yang benar kayak gitu. Jadi kan saya meneruskan itu, kan itu saya sampaikan kemarin. Lho, buktinya dia menangkapinya bercanda aja gitu. Jadi sekarang itu si peneror itu pasti KPI-nya menebar ketakutan. Terus kita besar-besarkan ketakutannya, ya tercapai dong target dia kalau kita besar-besarkan ketakutannya," jelas Hasan.
Baca juga: Syahganda Nainggolan Anggap Teror Kepala Babi Perbuatan Biadab dan Haram
"Saya menyempurnakan respons itu ya, sekalian aja kan? Kalau orang kirim itu sebagai teror, ternyata bahan makanan dia dimasak ajalah. Peneror kan pasti stres kalau bahan kiriman dia dimasak kan gitu. Kira-kira begitu. Jadi saya bingung kenapa marah-marah, tetapi kirim ajalah namanya orang kan," tambahnya.
Hasan kembali menegaskan bahwa pemerintah menjunjung tinggi kebebasan pers. Apalagi, kebebasan pers dilindungi oleh undang-undang. "Ya kan kalau pemerintah. Soal kebebasan pers itu pemerintah nggak pakai teori lagi. Tapi kan sudah pembuktian. Nggak ada yang dilarang bikin berita."
Lihat Juga :