Sempurna untuk Indonesia Jadi Upaya Strategis Naikkan Kelas UMKM

Selasa, 18 Maret 2025 - 19:13 WIB
loading...
Sempurna untuk Indonesia...
Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar membuka Sempurna untuk Indonesia 2025 di Gedung Heritage Kemenko PM Jakarta, Selasa (18/3/2025). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Kegiatan Semarak Pemberdayaan UMKM Nusantara atau Sempurna untuk Indonesia merupakan komitmen dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yakni mendorong kewirausahaan, industri kreatif, pemerataan ekonomi, dan penguatan UMKM.

Kegiatan Sempurna untuk Indonesia merupakan kolaborasi Kemenko Pemberdayaan Masyarakat dengan PR Greenlite Kreasi Abadi bersama Ucoach Djivasrana Grahasada dan Smart Business Coach.

Baca juga: UMKM Jangan Dipandang Sebelah Mata, Menteri Maman Minta Ganti Kata Pelaku jadi Pengusaha

Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menyatakan Sempurna untuk Indonesia merupakan langkah strategis dalam upaya menaikan kelas UMKM. Diharapkan UMKM bisa menjadi bagian penting dalam upaya pertumbuhan ekonomi 8%.

"Kami sangat bersyukur kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Sempurna Expo 2025, yang merupakan ekosistem pemberdayaan sampai pada tingkat pameran, yang puncaknya akan diselenggarakan pada 11-13 September 2025," kata Gus Imin, panggilan akrabnya saat launching Sempurna untuk Indonesia 2025 di Gedung Heritage Kemenko PM Jakarta, Selasa (18/3/2025).



Gus Imin mengharapkan pola ekosistem yang diciptakan ini, bisa menjadi contoh bagi pihak lainnya, yang ingin menyelenggarakan pameran.

"Jadi bukan hanya sekedar pameran, tapi pameran itu harus membentuk suatu ekosistem pemberdayaan yang bisa memberikan nilai tambah bagi para UMKM yang terlibat, dan menjadi bagian integral dari kekuatan ekonomi nasional kita," ujarnya.

Baca juga: Dukung Asta Cita, Kementerian BUMN dan Surveyor Indonesia Dorong UMKM Naik Kelas

Gus Imin menyatakan pihaknya sangat siap mendorong, mendukung, mensupport, dan memfasilitasi pihak-pihak di masyarakat yang ingin menjadi bagian dari proses pemberdayaan.

Disampaikan, pada proses Sempurna Untuk Indonesia 2025 ini ditargetkan akan diikuti oleh 3.000 UMKM yang berasal dari 10 kota di Jawa dan Bali.

Project Director Sempurna untuk Indonesia Susi Nurliah menyampaikan proses inkubasi akan berlangsung selama lima bulan. Dan dari 3.000 UMKM ini akan dikurasi menjadi 300 UMKM yang berhak mengikuti pameran, klinik bisnis, seminar, business matching, dan awarding.

"Kami bersyukur ada empat kementerian, Kemenko bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kemenko Pangan, Kementerian UMKM, dan Kementerian Perdagangan secara resmi telah mendukung kegiatan kami. Semoga dukungan ini dapat kami laksanakan dengan baik dalam rangka turut serta mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat dan membangun perekonomian Indonesia," kata Susi.

Ia menyatakan kegiatan ini ditujukan untuk menaikkelaskan UMKM, dari yang sebelumnya hanya memiliki bisnis skala kecil bisa berubah menjadi lebih besar, dari hanya menyediakan produk menjadi merespons kebutuhan pasar.

"Misalnya, awalnya mereka hanya bisa menjual kacang, dengan adanya pemberdayaan para pelaku UMKM ini akan bisa meningkatkan produksinya, bisa mengajak warga sekitarnya untuk mulai berwirausaha, sehingga bisa terbentuk suatu ekosistem dari hulu ke hilir," ucapnya.

Susi menekankan Sempurna untuk Indonesia ini merupakan sinergi dari pelatihan, pemberdayaan, pameran, hingga pemasaran.

"Kegiatan ini akan menjadi program lengkap dalam memberdayakan UMKM. Kita gabungkan semuanya. Karena UMKM itu tidak hanya butuh pelatihan saja, pameran saja, tapi membutuhkan semuanya. Itulah yang kita sediakan dalam program Sempurna untuk Indonesia," katanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Ciptakan Ketidakpastian Baru
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Ratusan Peserta Ramaikan...
Ratusan Peserta Ramaikan AllPack Surabaya dan East Beauty Pack Expo 2026
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Rekomendasi
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Rayakan 70 Juta Streaming...
Rayakan 70 Juta Streaming ‘Masa Ini, Nanti, dan Masa Indah Lainnya’, Nuca Adakan '[LAGI] Sama Nuca’
Harry Kane Lewati Pele,...
Harry Kane Lewati Pele, Kini Bidik Rekor Messi di Piala Dunia
Berita Terkini
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved