Gebrakan Efisiensi Anggaran Prabowo-Gibran, Jantung Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 18 Maret 2025 - 15:29 WIB
loading...
A A A
Efisiensi juga disebut-sebut berdampak pada dibatalkannya beasiswa, KIP kuliah, dan pemotongan dana riset, bahkan kemungkinan naiknya uang kuliah tunggal (UKT) di perguruan tinggi negeri. Beredarnya materi presentasi soal dikorbankannya sektor pendidikan dan kesehatan hanya menjadi pendukung bagi program prioritas seperti MBG dan 3 juta rumah rakyat memicu keresahan publik.

Reaksi paling keras muncul dalam bentuk demonstrasi mahasiswa dan masyarakat sipil yang mengangkat tagar #IndonesiaGelap pada 17-21 Februari 2025 di Jakarta, dan terus berlangsung di sejumlah kota. Salah satu tuntutan yang digaungkan para pendemo adalah penolakan terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang dituding menyasar sektor pendidikan dan layanan publik lainnya.

Banyaknya salah kaprah soal efisiensi anggaran menunjukkan perlunya perbaikan dalam komunikasi publik oleh pemerintah. Dari hasil jajak pendapat Litbang Kompas melalui telepon pada 10-13 Februari 2025, sebanyak 68,8% responden merasa kebijakan baru pemerintah seperti soal kenaikan PPN 12%, pembatasan distribusi elpiji 3kg, dan efisiensi anggaran tidak tersosialisasikan dengan baik.

Polemik dan penolakan yang muncul dari publik di antaranya karena kebijakan tersebut tanpa adanya kajian yang mendalam berdasarkan data (19,9%), dilakukan terburu-buru (16,7%), dan tidak melibatkan partisipasi publik (12,7%). Separuh responden (49,3%) meyakini komunikasi publik berpengaruh terhadap citra dan kinerja pemerintah, bahkan 38,0% menilai sangat berpengaruh.

Di sisi lain publik secara luas sebetulnya mendukung kebijakan efisiensi anggaran dengan harapan dapat mengurangi kebocoran uang rakyat (24,4%) dan belanja pemerintah yang tidak produktif (22,5%). Selain itu 24,6% responden menerima kebijakan efisiensi agar tidak menambah beban APBN akibat utang dan 27,1% setuju efisiensi agar pemerintah bisa fokus pada program prioritas.

Sementara itu media-media internasional menganalogikan efisiensi anggaran Prabowo dengan kebijakan austerity yang memang kerap mendapatkan perlawanan publik. Pemerintah perlu lebih optimal lagi dalam menjelaskan kepada publik soal efisiensi anggaran dan manfaatnya, membuka prosesnya secara transparan, serta memastikan penggunaan anggaran betul-betul tepat sasaran.

Sudah terlalu lama bangsa kita terlena dan menormalisasikan pemborosan anggaran, seolah-olah tidak bisa diubah. Diet anggaran menjadi jurus ampuh pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memutus mata rantai kejumudan tersebut. Publik harus diyakinkan bahwa efisiensi ditujukan bagi program-program prioritas kerakyatan dan dirasakan dampaknya oleh rakyat.

Prabowo-Gibran ingin membangun birokrasi pemerintahan yang efisien, mulai dari menghemat anggaran yang tidak terlalu penting. Jika ingin melangkah menjadi negara maju, birokrasi yang bersih menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan dari masyarakat sebagai pembayar pajak maupun investasi. Setiap rupiah anggaran negara menjadi nyata terasa dan tepat sasaran ke dalam jantung ekonomi rakyat Indonesia Raya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Breaking News: Prabowo...
Breaking News: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
Apa Itu Universitas...
Apa Itu Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk Prabowo dan Dipimpin Donny Ermawan?
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Rekomendasi
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
The Odyssey Guncang...
The Odyssey Guncang Box Office Global, Raup Rp4,3 Triliun di Pekan Perdana
Berita Terkini
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Usai Mundur Jadi Pengacara...
Usai Mundur Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Kini Pakai Kursi Roda
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved