Kisah Mengerikan Prajurit Kopassus Tak Berdaya Ditembaki Tropas saat Terjun dari Pesawat di Timtim
Selasa, 11 Maret 2025 - 06:58 WIB
loading...
A
A
A
Salah seorang loadmaster, Pelda Pudjio, gugur di pesawat karena terkena dua tembakan di bagian dada. Sebuah kengerian yang harus dihadapi prajurit Kopassus sebelum mereka mendarat.
“Begitu exit, yang selalu saya ingat harus bisa menentukan arah ke utara. Begitu melayang dalam cuaca yang masih remang-remang dari bawah kanan di sebuah lapangan depan kantor gubernuran tiba-tiba dentuman senjata berat menyalak. Tat..tat..tat..lho kok begini,” ujar Komandan Grup 1 Kopassus Parakomando Kopassandha Letkol Inf. Soegito.
Menyadari gencarnya serangan dari musuh, pesawat Hercules kemudian meninggalkan lokasi dan menghentikan penerjunan. Sebanyak 72 anggota Nanggala V tidak jadi terjun termasuk Lettu Inf. Luhut Binsar Pandjaitan dan Mayor Inf. Theo Syafei.
Sementara para prajurit yang bisa mendarat langsung bertempur habis-habisan melawan musuh. Tapi tidak sedikit juga prajurit Kopassus yang tersangkut di pohon, kabel listrik dan atap gedung. Pertempuran sengit terjadi di seluruh Kota Dili.
![Kisah Mengerikan Prajurit Kopassus Tak Berdaya Ditembaki Tropas saat Terjun dari Pesawat di Timtim]()
Kapten Inf. Atang Sutresna sebelum gugur dalam pertempuran di Timtim. Foto/ist
Kapten Inf. Atang Sanjaya yang memimpin Kompi B dengan sasaran Pelabuhan Dili mengalami luka cukup parah. Peluru musuh mengenai senjata AK-47 akibatnya pecahan peluru 7.62 melukai tangannya.
Begitu juga Mayor Inf. Atang Sutresna. Dia gugur dalam pertempuran merebut kantor gubernur. Saat itu, Mayor Inf. Atang berupaya mengatasi gencarnya tembakan dari gedung merah. Baru maju 25 meter, Mayor Inf. Atang terkena peluru di bagian perutnya dan langsung terjatuh.
“Begitu exit, yang selalu saya ingat harus bisa menentukan arah ke utara. Begitu melayang dalam cuaca yang masih remang-remang dari bawah kanan di sebuah lapangan depan kantor gubernuran tiba-tiba dentuman senjata berat menyalak. Tat..tat..tat..lho kok begini,” ujar Komandan Grup 1 Kopassus Parakomando Kopassandha Letkol Inf. Soegito.
Menyadari gencarnya serangan dari musuh, pesawat Hercules kemudian meninggalkan lokasi dan menghentikan penerjunan. Sebanyak 72 anggota Nanggala V tidak jadi terjun termasuk Lettu Inf. Luhut Binsar Pandjaitan dan Mayor Inf. Theo Syafei.
Sementara para prajurit yang bisa mendarat langsung bertempur habis-habisan melawan musuh. Tapi tidak sedikit juga prajurit Kopassus yang tersangkut di pohon, kabel listrik dan atap gedung. Pertempuran sengit terjadi di seluruh Kota Dili.

Kapten Inf. Atang Sutresna sebelum gugur dalam pertempuran di Timtim. Foto/ist
Kapten Inf. Atang Sanjaya yang memimpin Kompi B dengan sasaran Pelabuhan Dili mengalami luka cukup parah. Peluru musuh mengenai senjata AK-47 akibatnya pecahan peluru 7.62 melukai tangannya.
Begitu juga Mayor Inf. Atang Sutresna. Dia gugur dalam pertempuran merebut kantor gubernur. Saat itu, Mayor Inf. Atang berupaya mengatasi gencarnya tembakan dari gedung merah. Baru maju 25 meter, Mayor Inf. Atang terkena peluru di bagian perutnya dan langsung terjatuh.
Lihat Juga :