PSI Perorangan Jadi Kendaraan Politik Baru Jokowi? Begini Analisis Pengamat
Senin, 10 Maret 2025 - 20:10 WIB
loading...
A
A
A
Dari perspektif PSI, lanjut dia, keterkaitan dengan Jokowi jelas membawa keuntungan politik. Basis pemilih Jokowi yang solid dan kuat dapat menjadi modal besar bagi PSI untuk menembus parlemen Senayan pada Pemilu 2029.
"PSI memiliki basis politik yang berkembang, tapi mereka masih butuh figur sentral. Dengan kehadiran Jokowi, Gibran (Gibran Rakabuming Raka) atau Bobby (Bobby Nasution), PSI bisa lebih mudah mengidentifikasi diri sebagai partai yang punya sosok kuat. Ini bisa menguntungkan mereka saat pileg dan pilkada," tuturnya.
Dia pun menyoroti bahwa Jokowi tidak hanya membutuhkan kendaraan politik personal, tetapi juga institusi yang dapat menopang pengaruhnya dalam jangka panjang. Hal tersebut sejalan dengan konsep Partai Super Tbk, bahwa parpol dapat beroperasi layaknya perusahaan dengan kepemimpinan kolektif.
"Suka atau tidak, partai politik sering kali bergantung pada figur. Sebelum sekarang, Partai Demokrat sangat bergantung pada SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, red), begitu juga PDIP dengan Megawati. Namun, seiring waktu, partai-partai ini bisa berdiri sendiri, begitu juga dengan PSI nantinya,” pungkasnya.
"PSI memiliki basis politik yang berkembang, tapi mereka masih butuh figur sentral. Dengan kehadiran Jokowi, Gibran (Gibran Rakabuming Raka) atau Bobby (Bobby Nasution), PSI bisa lebih mudah mengidentifikasi diri sebagai partai yang punya sosok kuat. Ini bisa menguntungkan mereka saat pileg dan pilkada," tuturnya.
Dia pun menyoroti bahwa Jokowi tidak hanya membutuhkan kendaraan politik personal, tetapi juga institusi yang dapat menopang pengaruhnya dalam jangka panjang. Hal tersebut sejalan dengan konsep Partai Super Tbk, bahwa parpol dapat beroperasi layaknya perusahaan dengan kepemimpinan kolektif.
"Suka atau tidak, partai politik sering kali bergantung pada figur. Sebelum sekarang, Partai Demokrat sangat bergantung pada SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, red), begitu juga PDIP dengan Megawati. Namun, seiring waktu, partai-partai ini bisa berdiri sendiri, begitu juga dengan PSI nantinya,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :