PSI Perorangan Jadi Kendaraan Politik Baru Jokowi? Begini Analisis Pengamat
Senin, 10 Maret 2025 - 20:10 WIB
loading...
Gagasan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai Partai Super Terbuka (Tbk) dan konsep Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Perorangan dinilai saling melengkapi. Foto/Ary Wahyu
A
A
A
JAKARTA - Gagasan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ( Jokowi ) mengenai Partai Super Terbuka (Tbk) dan konsep Partai Solidaritas Indonesia ( PSI ) Perorangan dinilai saling melengkapi. Sebab, penambahan kata Perorangan pada nama partai tersebut diprediksi bakal membuat PSI menjadi parpol lebih terbuka.
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai gagasan dan konsep tersebut merupakan bentuk strategi politik yang saling menguntungkan bagi Jokowi dan PSI. Jokowi yang sudah menyelesaikan masa jabatannya sebagai presiden diyakininya butuh kendaraan politik baru di masa depan.
"Saling melengkapi dan saling menguntungkan. Jokowi, setelah tidak menjabat presiden, tentu membutuhkan kendaraan politik, baik atas nama pribadi maupun untuk kepentingan politik jangka panjang," ujar Agung, Senin (10/3/2025).
Baca juga: Jokowi Gagas Partai Super Tbk, Idrus Marham: Tidak Perlu Ada Kekhawatiran
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai gagasan dan konsep tersebut merupakan bentuk strategi politik yang saling menguntungkan bagi Jokowi dan PSI. Jokowi yang sudah menyelesaikan masa jabatannya sebagai presiden diyakininya butuh kendaraan politik baru di masa depan.
"Saling melengkapi dan saling menguntungkan. Jokowi, setelah tidak menjabat presiden, tentu membutuhkan kendaraan politik, baik atas nama pribadi maupun untuk kepentingan politik jangka panjang," ujar Agung, Senin (10/3/2025).
Baca juga: Jokowi Gagas Partai Super Tbk, Idrus Marham: Tidak Perlu Ada Kekhawatiran
Lihat Juga :