Kabakamla dan Wakasal Calon Kuat KSAL
Minggu, 09 Maret 2025 - 20:11 WIB
loading...
A
A
A
Posisi orang kedua di Mabesal dihapuskan sejak 1985 hingga 1997. Pada 15 Juli 1997 dihidupkan kembali dengan sebutan Wakil KSAL. Widodo Adi Sucipto (AAL 1968) menjadi orang pertama yang menjadi memegang posisi Wakil KSAL dan kemudian menjadi KSAL.
Dalam sejarah TNI AL, dua deputi KSAL dan lima Wakil KSAL mendapatkan promosi menjadi KSAL. Terakhir Wakil KSAL Marsetio (AAL 1981) menjadi KSAL pada Desember 2012 hingga Desember 2014. Artinya sudah lebih dari 12 tahun, belum ada lagi Wakil KSAL yang menjadi KSAL justru posisi KSAL ditempati dari luar Mabesal, yakni di bawah Mabes TNI, seperti Kepala Staf Umum (Kasum TNI) Laksdya TNI Ade Supandi (AAL 1983),
Komandan Jenderal Akademi TNI Laksdya Siwi Sukma Adji (AAL 1985), serta dua Pangkogabwilhan I Laksdya Yudo Margono (AAL 1988-A) dan Laksdya Muhammad Ali (AAL 1989). Di luar itu yang berasal dari Mabes TNI, antara lain Irjen TNI Laksdya Bernard Kent Sondakh (AAL 1970).
Akankah Erwin akan mengikuti jejak Laksamana Marsetio (AAL 1981), Laksamana Suparno (AAL 1978), Laksamana Indroko Sastrowiryono (AAL 1971), dan Laksamana Widodo AS (AAL 1968)? Tentu saja harus menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.
Promosi menjadi KSAL, bukan hanya berasal dari perwira tinggi di bawah Mabesal maupun Mabes TNI saja. Beberapa KSAL justru berasal dari tempat lain, seperti Wakil Gubenur Lemhannas Laksdya Slamet Soebijanto (AAL 1973), Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Laksdya TNI Sumardjono (AAL 1974), dan Laksdya TNI Agus Suhartono (AAL 1978).
Adapun Laksdya TNI Agus Hariadi sejak 11 September 2024 mengemban amanat sebagai Sekjen Wantannas hingga saat ini. Sebelumnya Agus menjadi Pangkogabwilhan I pada 2022-2023.
Bintang dua, dia mengemban empat jabatan, yakni Wadankodiklatal (2021–2022), Pangkolinlamil (2022–2023), Pangkoarmada III (2023), dan Staf Khusus KSAL (2023).
Sama seperti Irvansyah dan Erwin, Agus pun kariernya mumpuni untuk bisa menjadi KSAL. Dia yang paling mencuat di antara temannya lulusan AAL 1992. Namun dari sisi lulusan, dia paling junior, dan usianya paling tua.
Menurut Selamat, idealnya Presiden Prabowo Subianto selaku pemegang kekuasaan tertinggi atas AD, AL, dan AU, mesti memperhatikan regenerasi di tubuh TNI. Jangan lagi mengulangi pola yang dilakukan Presiden Jokowi dengan mengangkat perwira junior melompati beberapa angkatan seniornya.
"Hal itu jelas merusak pola pembinaan karier dan merit sistem TNI yang menyebabkan surplus perwira tinggi tanpa jabatan. Untuk menata kembali agar pimpinan TNI berbintang empat, idealnya jatuh pada lulusan akademi tahun 1990 dan 1991," tandas Selamat.
Dalam sejarah TNI AL, dua deputi KSAL dan lima Wakil KSAL mendapatkan promosi menjadi KSAL. Terakhir Wakil KSAL Marsetio (AAL 1981) menjadi KSAL pada Desember 2012 hingga Desember 2014. Artinya sudah lebih dari 12 tahun, belum ada lagi Wakil KSAL yang menjadi KSAL justru posisi KSAL ditempati dari luar Mabesal, yakni di bawah Mabes TNI, seperti Kepala Staf Umum (Kasum TNI) Laksdya TNI Ade Supandi (AAL 1983),
Komandan Jenderal Akademi TNI Laksdya Siwi Sukma Adji (AAL 1985), serta dua Pangkogabwilhan I Laksdya Yudo Margono (AAL 1988-A) dan Laksdya Muhammad Ali (AAL 1989). Di luar itu yang berasal dari Mabes TNI, antara lain Irjen TNI Laksdya Bernard Kent Sondakh (AAL 1970).
Akankah Erwin akan mengikuti jejak Laksamana Marsetio (AAL 1981), Laksamana Suparno (AAL 1978), Laksamana Indroko Sastrowiryono (AAL 1971), dan Laksamana Widodo AS (AAL 1968)? Tentu saja harus menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.
3. Laksdya TNI Agus Hariadi
Promosi menjadi KSAL, bukan hanya berasal dari perwira tinggi di bawah Mabesal maupun Mabes TNI saja. Beberapa KSAL justru berasal dari tempat lain, seperti Wakil Gubenur Lemhannas Laksdya Slamet Soebijanto (AAL 1973), Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Laksdya TNI Sumardjono (AAL 1974), dan Laksdya TNI Agus Suhartono (AAL 1978).
Adapun Laksdya TNI Agus Hariadi sejak 11 September 2024 mengemban amanat sebagai Sekjen Wantannas hingga saat ini. Sebelumnya Agus menjadi Pangkogabwilhan I pada 2022-2023.
Bintang dua, dia mengemban empat jabatan, yakni Wadankodiklatal (2021–2022), Pangkolinlamil (2022–2023), Pangkoarmada III (2023), dan Staf Khusus KSAL (2023).
Sama seperti Irvansyah dan Erwin, Agus pun kariernya mumpuni untuk bisa menjadi KSAL. Dia yang paling mencuat di antara temannya lulusan AAL 1992. Namun dari sisi lulusan, dia paling junior, dan usianya paling tua.
Menurut Selamat, idealnya Presiden Prabowo Subianto selaku pemegang kekuasaan tertinggi atas AD, AL, dan AU, mesti memperhatikan regenerasi di tubuh TNI. Jangan lagi mengulangi pola yang dilakukan Presiden Jokowi dengan mengangkat perwira junior melompati beberapa angkatan seniornya.
"Hal itu jelas merusak pola pembinaan karier dan merit sistem TNI yang menyebabkan surplus perwira tinggi tanpa jabatan. Untuk menata kembali agar pimpinan TNI berbintang empat, idealnya jatuh pada lulusan akademi tahun 1990 dan 1991," tandas Selamat.
(cip)
Lihat Juga :