Kabakamla dan Wakasal Calon Kuat KSAL

Minggu, 09 Maret 2025 - 20:11 WIB
loading...
Kabakamla dan Wakasal...
Wakasal Laksdya TNI Erwin S Aldedharma dan Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Irvansyah santer disebut calon kuat KSAL baru menggantikan Laksamana TNI Muhammad Ali. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali pada 9 April 2025 genap berusia 58 tahun. Sesuai Pasal 53 Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI), orang nomor satu di jajaran TNI AL tersebut segera memasuki usia pensiun.

Sekitar satu bulan lagi, Muhammad Ali yang merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) 1989 tersebut akan purna tugas dari dinas militer.

Banyak yang berspekulasi, pergantian pucuk pimpinan tertinggi di TNI AL bisa saja dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada saat Bulan Suci Ramadhan atau setelah Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah. Semua keputusan di tangan Presiden Prabowo Subianto. Yang masih menjadi misteri, siapakah yang akan menggantikan jenderal yang terkenal ramah ini?

Baca juga: Dua Nama Menjadi Calon Kuat KSAL, Legislator Ini Memberikan Analisisnya

Analis politik dan militer Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting mengatakan, saat ini sosok yang berpangkat Laksamana Madya (Laksdya) TNI yang usia pensiunnya lebih dari satu tahun dan di luar lulusan AAL 1989, tinggal dua orang. Mereka adalah Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya TNI Irvansyah (AAL 1990), kelahiran 10 Mei 1968, dan Wakil KSAL (Wakasal) Laksdya TNI Erwin S Aldedharma (AAL 1991), kelahiran 5 Mei 1970.

Ada satu lagi sosok yakni Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) terakhir, yaitu Laksdya TNI Agus Hariadi (AAL 1992), namun yang bersangkutan berusia 58 pada 31 Desember 2025. Sehingga tipis kemungkinan jika menjadi KSAL hanya sekitar delapan bulan saja. Tetapi masih terbuka kesempatan jika usia pensiun perwira TNI mengalami perubahan pada tahun ini.

Baca juga: Wakasal dan Kabakamla Calon Kuat KSAL, DPR: Siapa pun Kami Dukung

Menurut Selamat, salah satu yang sedang diperjuangkan dalam revisi UU TNI pada program legislasi nasional (prolegnas) di DPR 2025, antara lain soal usia pensiun perwira dari 58 tahun menjadi 60 tahun. ‘’Hal itu sama dengan usia maksimal eselon satu Aparatur Sipil Negara (ASN). Bahkan ada usulan bagi perwira tinggi bintang empat bisa 62 hingga 65 tahun, sama seperti militer di Amerika Serikat,’’ jelasnya, Minggu (9/2/2025).

Pembahasan revisi UU TNI akan berlangsung saat Muhammad Ali sudah pensiun. Sehingga lulusan AAL 1989, kemungkinan tipis untuk kembali menjadi KSAL. Pasalnya, rata-rata akan pensiun pada tahun ini, kelahiran 1967 dan paling muda kelahiran awal 1968.

Selama Muhammad Ali menjadi KSAL, dominasi jabatan bintang tiga adalah lulusan AAL 1989, teman seangkatannya. Menyisakan satu dari AAL 1990 yaitu Laksdya Irvansyah, dua dari AAL 1991 yang terdiri Laksdya Erwin Aldedharma dan Laksdya Rachmad Jayadi yang sudah pensiun Januari 2025.

Kemudian, satu dari AAL 1992 Laksdya TNI Agus Hariadi. Sedangkan lulusan AAL 1989 ada empat perwira tinggi bintang tiga. Mereka adalah Laksdya TNI Denih Hendrata, Laksdya TNI TSNB Hutabarat, Laksdya TNI Budi Purwanto, dan Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah.

"Penyebutan nama kandidat kuat KSAL pada tulisan ini berdasarkan urutan lulusan yang lebih senior, bukan berdasarkan siapa yang paling berpeluang agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi liar," papar Selamat.

Berikut ini para kandidat kuat KSAL:

1. Laksdya TNI Irvansyah

Menurut Ginting, memang belum ada sejarahnya, Kepala Bakamla (dahulu pada 2006-2015 disebut Kepala Bakorkamla/Badan Koordinasi Keamanan Laut) yang menjadi KSAL. Perwira tinggi pertama yang menjadi Kepala Bakorkamla Laksdya TNI Djoko Sumaryono (AAL 1973). Sedangkan yang pertama menjadi Kepala Bakamla Laksdya TNI Desi Albert Mamahit (AAL 1984).

‘’Entahlah apakah tahun ini akan tercipta sejarah baru alias pecah telur Kepala Bakamla akan menjadi KSAL? Semua bisa saja terjadi. Hak prerogatif Presiden selaku pemegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara (UUD 1945, Pasal 10),’’ ungkapnya.

Para mantan Kepala Bakorkamla maupun Bakamla selalu masuk dalam nominasi calon kuat KSAL. Mereka memang orang-orang terbaik dari matra laut, kendati belum ada yang berhasil menjadi KSAL. ‘’Itulah takdir,’’ tambah Selamat.

Laksdya TNI Irvansyah menjadi Kepala Bakamla sejak September 2023 hingga sekarang. Sudah satu setengah tahu, Laksdya TNI Irvansyah menjadi orang nomor satu di Bakamla. Sebelum menjadi Kepala Bakamla, dia menjadi Pangkogabwilhan (Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan) 1 menggantikan Laksdya TNI Muhammad Ali pada Januari hingga Juli 2023 (selama enam bulan). Sedangkan Ali promosi menjadi KSAL.

Irvansyah juga pernah menjadi Pangkoarmada (Panglima Komando Armada) III pada Juni 2021 hingga Januari 2023 (selama satu tahun tujuh bulan). Pangkolinlamil (Panglima Komando Lintas Laut Militer) pada November 2020 hingga Juni 2021 (selama tujuh bulan).

Wakil Asisten Operasi KSAL pada September 2019 hingga November 2020 (selama satu tahun dua bulan). Komandan Guspurla (Gugus Tempur Laut) Komando Armada Barat, pada Februari 2018 hingga September 2019 (selama satu tahun tujuh bulan). ‘’Dari jabatan selama menjadi perwira tinggi, Irvansyah memenuhi syarat untuk menakhodai Mabesal. Paket lengkap dimiliki Irvansyah, doktor bidang manajemen ini,’’ paparnya.

2. Laksdya TNI Erwin S Aldedharma

Adapun Laksdya TNI Erwin S Aldedharma juga menjadi calon kuat KSAL pengganti Muhammad Ali. Dalam sejarah Wakil KSAL (awalnya pada 1966 disebut Wakil Panglima Angkatan Laut (Wapangal) ditempati Letjen KKO (Korps Komando/Marinir) Hartono, kemudian berubah menjadi Deputi KSAL sejak 1969-1985.

‘’Itulah pertama dan terakhir seorang perwira tinggi Marinir menjadi Wakil KSAL, karena titik berat Angkatan Laut adanya di laut. Sedangkan Marinir titik beratnya di pantai dan daratan,’’ jelasnya.

Posisi orang kedua di Mabesal dihapuskan sejak 1985 hingga 1997. Pada 15 Juli 1997 dihidupkan kembali dengan sebutan Wakil KSAL. Widodo Adi Sucipto (AAL 1968) menjadi orang pertama yang menjadi memegang posisi Wakil KSAL dan kemudian menjadi KSAL.

Dalam sejarah TNI AL, dua deputi KSAL dan lima Wakil KSAL mendapatkan promosi menjadi KSAL. Terakhir Wakil KSAL Marsetio (AAL 1981) menjadi KSAL pada Desember 2012 hingga Desember 2014. Artinya sudah lebih dari 12 tahun, belum ada lagi Wakil KSAL yang menjadi KSAL justru posisi KSAL ditempati dari luar Mabesal, yakni di bawah Mabes TNI, seperti Kepala Staf Umum (Kasum TNI) Laksdya TNI Ade Supandi (AAL 1983),

Komandan Jenderal Akademi TNI Laksdya Siwi Sukma Adji (AAL 1985), serta dua Pangkogabwilhan I Laksdya Yudo Margono (AAL 1988-A) dan Laksdya Muhammad Ali (AAL 1989). Di luar itu yang berasal dari Mabes TNI, antara lain Irjen TNI Laksdya Bernard Kent Sondakh (AAL 1970).

Akankah Erwin akan mengikuti jejak Laksamana Marsetio (AAL 1981), Laksamana Suparno (AAL 1978), Laksamana Indroko Sastrowiryono (AAL 1971), dan Laksamana Widodo AS (AAL 1968)? Tentu saja harus menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.

3. Laksdya TNI Agus Hariadi


Promosi menjadi KSAL, bukan hanya berasal dari perwira tinggi di bawah Mabesal maupun Mabes TNI saja. Beberapa KSAL justru berasal dari tempat lain, seperti Wakil Gubenur Lemhannas Laksdya Slamet Soebijanto (AAL 1973), Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Laksdya TNI Sumardjono (AAL 1974), dan Laksdya TNI Agus Suhartono (AAL 1978).

Adapun Laksdya TNI Agus Hariadi sejak 11 September 2024 mengemban amanat sebagai Sekjen Wantannas hingga saat ini. Sebelumnya Agus menjadi Pangkogabwilhan I pada 2022-2023.

Bintang dua, dia mengemban empat jabatan, yakni Wadankodiklatal (2021–2022), Pangkolinlamil (2022–2023), Pangkoarmada III (2023), dan Staf Khusus KSAL (2023).

Sama seperti Irvansyah dan Erwin, Agus pun kariernya mumpuni untuk bisa menjadi KSAL. Dia yang paling mencuat di antara temannya lulusan AAL 1992. Namun dari sisi lulusan, dia paling junior, dan usianya paling tua.

Menurut Selamat, idealnya Presiden Prabowo Subianto selaku pemegang kekuasaan tertinggi atas AD, AL, dan AU, mesti memperhatikan regenerasi di tubuh TNI. Jangan lagi mengulangi pola yang dilakukan Presiden Jokowi dengan mengangkat perwira junior melompati beberapa angkatan seniornya.

"Hal itu jelas merusak pola pembinaan karier dan merit sistem TNI yang menyebabkan surplus perwira tinggi tanpa jabatan. Untuk menata kembali agar pimpinan TNI berbintang empat, idealnya jatuh pada lulusan akademi tahun 1990 dan 1991," tandas Selamat.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Sertijab, Kolonel Laut...
Sertijab, Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad Resmi Jabat Wadan Puspomal
Jepang Tawarkan Kapal...
Jepang Tawarkan Kapal Selam dan Kapal Perang Fregat Mogami ke Indonesia
KRI Canopus-936, Kapal...
KRI Canopus-936, Kapal Survei Canggih TNI AL yang Bisa Deteksi Ranjau Laut dan Jalur Kapal Selam
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Cucu Muhammad Ali Turun...
Cucu Muhammad Ali Turun Gunung, Nico Ali Walsh Perjuangkan Hak Petinju Profesional
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Berita Terkini
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved