SPMB dan Bayang-bayang Kesenjangan Pendidikan

Jum'at, 07 Maret 2025 - 15:47 WIB
loading...
SPMB dan Bayang-bayang...
Muhammad Fauzinuddin Faiz. Foto/Istimewa
A A A
Muhammad Fauzinuddin Faiz
Wakil Sekretaris Lembaga Perguruan Tinggi NU PWNU Jawa Timur & Dosen UIN KHAS Jember

SEKOLAH favorit kembali menjadi incaran. Orang tua bersiap memasukkan anaknya ke bimbingan belajar terbaik, bahkan sejak jenjang sekolah dasar. Siswa-siswa dari keluarga mampu berlomba mengumpulkan sertifikat prestasi agar bisa mengamankan tempat di sekolah unggulan. Sementara itu, di sudut lain, ada anak-anak yang hanya bisa bergantung pada sekolah di dekat rumahnya—tanpa les privat, tanpa sertifikat akademik yang mentereng, tanpa akses ke sumber belajar tambahan. Mereka hanya berharap cukup pintar untuk bisa bersaing.

Dunia pendidikan yang dulu mencoba menghapus kasta sekolah unggulan, kini berisiko kembali terjebak dalam stratifikasi. Kebijakan zonasi yang dimaksudkan untuk memberikan pemerataan akses pendidikan mulai bergeser. Kini, jalur prestasi diperbesar melalui mekanisme Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), yang pada praktiknya bisa membuka ruang bagi kompetisi yang tidak setara. Jika tidak dikelola dengan baik, sistem ini bukan hanya akan menghidupkan kembali dominasi sekolah-sekolah tertentu, tetapi juga semakin mempersempit kesempatan bagi mereka yang berasal dari keluarga tanpa privilese akademik.

Ketimpangan Akses dan Kembalinya Sekolah Unggulan

Era sekolah unggulan sedang kembali. Seleksi prestasi semakin diperbesar, tetapi apakah aksesnya semakin adil? Sistem zonasi yang dulu diterapkan untuk pemerataan pendidikan kini terancam kehilangan fungsinya. Dengan dinaikkannya kuota jalur prestasi—30% untuk SMA dan 25% untuk SMP—, ketimpangan bisa kembali hadir.

Sekolah-sekolah favorit yang mulai kehilangan status eksklusifnya kini berpotensi kembali menjadi destinasi utama. Anak-anak dari keluarga mampu yang memiliki akses lebih besar terhadap les privat dan berbagai fasilitas akademik lainnya tentu memiliki peluang lebih besar. Sementara itu, mereka yang hanya bergantung pada sekolah negeri dengan fasilitas terbatas harus menghadapi kenyataan: kompetisi akademik tidak hanya tentang kecerdasan, tetapi juga tentang siapa yang memiliki lebih banyak sumber daya.

Dampaknya lebih luas dari sekadar persaingan masuk sekolah. Ketimpangan ini tidak hanya menciptakan "sekolah unggulan", tetapi juga "sekolah buangan". Sekolah-sekolah yang kehilangan banyak siswa berprestasi akan semakin sulit mempertahankan kualitas pengajarannya. Sementara itu, sekolah favorit semakin eksklusif, dihuni oleh kelompok yang sejak awal memiliki keunggulan akademik dan sosial-ekonomi.

Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Resmi Umumkan Sistem Penerimaan Murid Baru, Terdiri dari 4 Pilar
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Prabowo Mau Renovasi...
Prabowo Mau Renovasi 10 Ribu Puskesmas dan Sekolah Pakai Uang Sitaan Negara
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ekonomi Digital dan...
Ekonomi Digital dan Pendidikan: Peluang Besar atau Ancaman Baru?
Kunjungi Miangas, Prabowo...
Kunjungi Miangas, Prabowo Janji Renovasi Semua Sekolah 2-3 Tahun ke Depan
Pendidikan di Antara...
Pendidikan di Antara Keinginan Pasar dan Janji Kesejahteraan
Perpres ATS 2026 Diresmikan,...
Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Rekomendasi
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Kalahkan Ana/Trias, Rachel/Febi ke Semifinal
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved