Deretan Komandan Paspampres yang Sukses Jadi Danjen Kopassus, Nomor 2 Pernah Melawan Perompak Somalia
Kamis, 06 Maret 2025 - 06:07 WIB
loading...
A
A
A
Selama mengabdi di militer, Doni banyak menduduki jabatan strategis di TNI khususnya Korps Baret Merah Kopassus. Sejak 1986 hingga 1998, Doni banyak menghabiskan waktunya di Kopassus. Salah satunya pernah menjabat sebagai Danyon 11 Grup 1/Kopassus pada 1998–1999.
Doni kemudian dipercaya menjadi Danyonif 741/Satya Bhakti Wirottama pada 1999–2001, lalu Dandenma Paspampres pada 2001–2003. Dia kembali ke lingkungan Istana Kepresidenan dengan menjabat sebagai Katim Analis Intel Kolakoops TNI 2003-2004 dan Waasops Danpaspampres pada 2004-2006.
Sempat menjadi Danbrigif Linud 3/Tri Budi Mahasakti pada 2006-2008, Doni kembali dipercaya menjadi Dan Grup A Paspampres selama dua tahun mulai 2008-2010. Kemudian memimpin territorial sebagai Danrem 061/Surya Kencana Bogor pada 2010–2011.
Jenderal TNI kelahiran Cimahi, Bandung, Jawa Barat pada 10 Mei 1963 ini kemudian dipercaya menjadi Wadanjen Kopassus pada 2011–2012. Kariernya terus meningkat, Doni selanjutnya diangkat menjadi Danpaspampres pada 2012-2014. Setelah dua tahun bertugas menjaga keamanan dan keselamatan Presiden SBY, Doni selanjutnya dipercaya untuk memimpin pasukan elite TNI AD sebagai Danjen Kopassus pada 2014-2015.
Doni kemudian dimutasi menjadi Pangdam XVI/Pattimura pada 2015-2017 lalu kembali bertugas di Pulau Jawa dengan menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi 2017-2018. Kariernya terus meningkat, Doni kemudian diangkat menjadi Sekjen Wantannas 2018–2019 kemudian Kepala BNPB pada 2019-2021 saat pandemi Covid-19 melanda dunia dan Indonesia.
Selanjutnya, dia diangkat menjadi Komisaris Utama MIND ID / Inalum pada 2021–2023 dan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) di 2022–2023.
Dalam bidang akademisi, Doni juga banyak mengenyam pendidikan militer. Antara lain, Sesarcabif, Lat Komando, Dik Gultor, dan Dik Pemburu. Termasuk Diklapa I dan II. Doni juga lulus Dik Jump Master, Dik Free Fall, Seskoad, Sesko TNI, dan Lemhannas pada 2012.
Doni kemudian dipercaya menjadi Danyonif 741/Satya Bhakti Wirottama pada 1999–2001, lalu Dandenma Paspampres pada 2001–2003. Dia kembali ke lingkungan Istana Kepresidenan dengan menjabat sebagai Katim Analis Intel Kolakoops TNI 2003-2004 dan Waasops Danpaspampres pada 2004-2006.
Sempat menjadi Danbrigif Linud 3/Tri Budi Mahasakti pada 2006-2008, Doni kembali dipercaya menjadi Dan Grup A Paspampres selama dua tahun mulai 2008-2010. Kemudian memimpin territorial sebagai Danrem 061/Surya Kencana Bogor pada 2010–2011.
Jenderal TNI kelahiran Cimahi, Bandung, Jawa Barat pada 10 Mei 1963 ini kemudian dipercaya menjadi Wadanjen Kopassus pada 2011–2012. Kariernya terus meningkat, Doni selanjutnya diangkat menjadi Danpaspampres pada 2012-2014. Setelah dua tahun bertugas menjaga keamanan dan keselamatan Presiden SBY, Doni selanjutnya dipercaya untuk memimpin pasukan elite TNI AD sebagai Danjen Kopassus pada 2014-2015.
Doni kemudian dimutasi menjadi Pangdam XVI/Pattimura pada 2015-2017 lalu kembali bertugas di Pulau Jawa dengan menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi 2017-2018. Kariernya terus meningkat, Doni kemudian diangkat menjadi Sekjen Wantannas 2018–2019 kemudian Kepala BNPB pada 2019-2021 saat pandemi Covid-19 melanda dunia dan Indonesia.
Selanjutnya, dia diangkat menjadi Komisaris Utama MIND ID / Inalum pada 2021–2023 dan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) di 2022–2023.
Dalam bidang akademisi, Doni juga banyak mengenyam pendidikan militer. Antara lain, Sesarcabif, Lat Komando, Dik Gultor, dan Dik Pemburu. Termasuk Diklapa I dan II. Doni juga lulus Dik Jump Master, Dik Free Fall, Seskoad, Sesko TNI, dan Lemhannas pada 2012.
(cip)
Lihat Juga :