alexametrics

Tolak RUU Cipta Kerja, Buruh Bakal Gelar Aksi Besar-besaran

loading...
Tolak RUU Cipta Kerja, Buruh Bakal Gelar Aksi Besar-besaran
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal Foto/SINDOnews/Rakhmatulloh
A+ A-
JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai, RUU Cipta Kerja perlu didiskusikan bersama karena merugikan kalangan buruh. Said juga khawatir dalam draf omnibus law yang sudah diserahkan ke DPR itu terdapat penumpang gelap.

Untuk itu, Said mengaku kalangan buruh dan pekerja akan melakukan aksi massa besar-besaran untuk menolak sejumlah pasal dalam RUU Cipta Kerja yang dianggap merugikan buruh. "Kalau dalam dekat ini kami akan aksi besar-besaran bersama, gabungan semua serikat buruh. (Aksi) itu (saat) Rapat Paripurna DPR yang pertama mungkin tanggal 23 Maret setelah reses," kata Said seusai menghadiri Rakorsus Tingkat Menteri di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Said menjelaskan, aksi tersebut akan diikuti gabungan serikat pekerja dan buruh dari KSPI, FSPI, dan KSBI. Ia mengatakan, selain dilakukan di Gedung di DPR dan Jabodetabek, aksi juga serempak dilakukan di sejumlah daerah dengan jumlah massa ratusan ribu buruh. "Ya (massa di Gedung DPR) bisa 50 sampe 100 ribu kalau udah gabungan," ujarnya. (Baca juga: Omnibus Law Jadi Polemik, Ketum ISNU Dorong Pemerintah Perbanyak Sosialisasi).



Dalam aksi nanti, Said menegaskan, kalangan mahasiswa tak masuk dalam aksi tersebut karena memang belum dibahas bersama. Pihaknya pun mengaku sudah mulai mengurus proses perizinan. "Oh kalau perizinan pasti kita akan ajukan sesuai prosedur aksi damai tertib," pungkasnya.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak