Serangan Siber di Indonesia Menurun, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Kamis, 27 Februari 2025 - 22:21 WIB
loading...
A
A
A
Kuncoro yang juga ahli IT lulusan pelatihan FBI Quantico Amerika Serikat pada 2007, juga memperkirakan ke depan masih marak kejahatan penipuan online.
"Jaringan pelaku cukup rapi, sering menyasar masyarakat yang masih awam kerawanan kejahatan dunia maya," katanya.
Direktorat Ekonomi Baintelkam Polri akan meningkatkan kerja sama dengan Direktorat Siber Bareskrim Polri, serta dengan Kementerian Lembaga terkait, untuk mengungkap jaringan pelaku kejahatan online, dan meminimalkan kejadian penipuan online.
Sementara itu, Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia Dony Koesmandarin menjelaskan, meskipun statistik menunjukkan penurunan umum dalam ancaman online dan lokal di Indonesia, namun jumlah deteksinya masih relatif tinggi.
Secara keseluruhan, sebesar 21,2% pengguna diserang oleh ancaman yang disebarkan melalui web selama periode Q1 2024. Hal ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-96 di dunia dalam hal bahaya yang terkait dengan penjelajahan web.
Penggunaan statistik infeksi lokal untuk komputer pengguna merupakan indikator yang sangat penting. Worm dan virus file merupakan penyebab sebagian besar insiden tersebut.
“Dengan tingkat penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 79,5%, hal ini berarti semakin banyak data berharga yang menarik para pelaku kejahatan siber,” katanya.
Dony mengimbau seluruh individu dan organisasi di Indonesia untuk mewaspadai kemungkinan upaya siber lainnya yang mungkin lebih canggih atau bahkan lebih sederhana dari ini. Untuk mencegah semakin banyaknya korban akibat serangan phishing, ada beberapa langkah yang dapat diterapkan pengguna internet sebagai cara mencegah serangan phishing.
Langkah pertama, dengan berhati-hati saat merespons email dan pesan mencurigakan yang diterima di aplikasi messenger.
"Kalau sudah terima email jangan buru-buru penasaran pengen klik. Perhatikan dulu, orangnya dikenal atau tidak. Cari data-data atau tanda-tandanya ini benar-benar phishing atau tidak," katanya.
Ada beberapa hal yang wajib disadari saat mendapatkan email atau pesan yang mencurigakan. Contohnya, jika mendapatkan pesan yang berisi perintah untuk 'Unsubscribe' atau 'Stop', sebaiknya jangan ditanggapi. Demikian pula jika Anda mendapatkan email yang penuh dengan typo dan karakter aneh.
"Jaringan pelaku cukup rapi, sering menyasar masyarakat yang masih awam kerawanan kejahatan dunia maya," katanya.
Direktorat Ekonomi Baintelkam Polri akan meningkatkan kerja sama dengan Direktorat Siber Bareskrim Polri, serta dengan Kementerian Lembaga terkait, untuk mengungkap jaringan pelaku kejahatan online, dan meminimalkan kejadian penipuan online.
Sementara itu, Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia Dony Koesmandarin menjelaskan, meskipun statistik menunjukkan penurunan umum dalam ancaman online dan lokal di Indonesia, namun jumlah deteksinya masih relatif tinggi.
Secara keseluruhan, sebesar 21,2% pengguna diserang oleh ancaman yang disebarkan melalui web selama periode Q1 2024. Hal ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-96 di dunia dalam hal bahaya yang terkait dengan penjelajahan web.
Penggunaan statistik infeksi lokal untuk komputer pengguna merupakan indikator yang sangat penting. Worm dan virus file merupakan penyebab sebagian besar insiden tersebut.
“Dengan tingkat penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 79,5%, hal ini berarti semakin banyak data berharga yang menarik para pelaku kejahatan siber,” katanya.
Dony mengimbau seluruh individu dan organisasi di Indonesia untuk mewaspadai kemungkinan upaya siber lainnya yang mungkin lebih canggih atau bahkan lebih sederhana dari ini. Untuk mencegah semakin banyaknya korban akibat serangan phishing, ada beberapa langkah yang dapat diterapkan pengguna internet sebagai cara mencegah serangan phishing.
Langkah pertama, dengan berhati-hati saat merespons email dan pesan mencurigakan yang diterima di aplikasi messenger.
"Kalau sudah terima email jangan buru-buru penasaran pengen klik. Perhatikan dulu, orangnya dikenal atau tidak. Cari data-data atau tanda-tandanya ini benar-benar phishing atau tidak," katanya.
Ada beberapa hal yang wajib disadari saat mendapatkan email atau pesan yang mencurigakan. Contohnya, jika mendapatkan pesan yang berisi perintah untuk 'Unsubscribe' atau 'Stop', sebaiknya jangan ditanggapi. Demikian pula jika Anda mendapatkan email yang penuh dengan typo dan karakter aneh.
Lihat Juga :