Serangan Siber di Indonesia Menurun, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Kamis, 27 Februari 2025 - 22:21 WIB
loading...
Dony Koesmandarin selaku Territory Manager, Kaspersky Indonesia menjelaskan ancaman serangan siber di Indonesia yang mengalami penurunan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pengguna online terus menjadi target serangan siber dari sejumlah pihak tidak bertanggung jawab. Sepanjang 2023, ditemukan 97,465 phishing finansial, 16,4 juta insiden lokal, 11,7 juta serangan RDP, dan 97,226 deteksi ransomware di Indonesia.
Sekarang, ancaman siber terbaru untuk Indonesia menunjukkan penurunan ancaman lokal di kuartal pertama 2024 sebanyak 5.863.955 deteksi. Turun 23,37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Waspada! Tren Ancaman Siber 2024 Bakal Menyasar Sektor Keuangan
Direktur Ekonomi Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri Brigjen Pol. Ratno Kuncoro mengambil langkah proaktif dengan menyerap aspirasi dari para pakar IT di Indonesia.
Langkah ini dilakukan untuk mendengarkan secara langsung tantangan dan kebutuhan yang dihadapi pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri guna meningkatkan perekonomian dan keamanan ekonomi nasional.
Dalam pertemuan yang digelar baru-baru ini, pakar IT dan juga sebagai Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia berbagi pandangan mengenai berbagai isu kejahatan perbankan digital, mulai dari serangan siber, ransomware dan juga modus kejahatan perbankan seperti phishing.
Kuncoro menyampaikan hasil dari dialog ini akan ditindaklanjuti secara serius sebagai upaya memperkuat iklim usaha yang kondusif, aman serta tercapainya pertumbuhan ekonomi sesuai dengan arah dan tujuan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Cegah Kebocoran Data, Begini Cara Indonesia Tangkal Ancaman Siber!
“Penyerapan aspirasi ini merupakan bagian dari komitmen Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam mendukung pertumbuhan industri keuangan digital nasional, sekaligus memastikan stabilitas keamanan yang menjadi landasan utama dalam pembangunan ekonomi,” ujarnya dikutip Kamis (27/2/2025).
Kuncoro menyebut langkah tindak lanjut ini juga akan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya menciptakan sinergi antara sektor keamanan siber dan ekonomi digital untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global serta berkontribusi bagi pertumbuhan perekonomian nasional.
Sekarang, ancaman siber terbaru untuk Indonesia menunjukkan penurunan ancaman lokal di kuartal pertama 2024 sebanyak 5.863.955 deteksi. Turun 23,37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Waspada! Tren Ancaman Siber 2024 Bakal Menyasar Sektor Keuangan
Direktur Ekonomi Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri Brigjen Pol. Ratno Kuncoro mengambil langkah proaktif dengan menyerap aspirasi dari para pakar IT di Indonesia.
Langkah ini dilakukan untuk mendengarkan secara langsung tantangan dan kebutuhan yang dihadapi pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri guna meningkatkan perekonomian dan keamanan ekonomi nasional.
Dalam pertemuan yang digelar baru-baru ini, pakar IT dan juga sebagai Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia berbagi pandangan mengenai berbagai isu kejahatan perbankan digital, mulai dari serangan siber, ransomware dan juga modus kejahatan perbankan seperti phishing.
Kuncoro menyampaikan hasil dari dialog ini akan ditindaklanjuti secara serius sebagai upaya memperkuat iklim usaha yang kondusif, aman serta tercapainya pertumbuhan ekonomi sesuai dengan arah dan tujuan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Cegah Kebocoran Data, Begini Cara Indonesia Tangkal Ancaman Siber!
“Penyerapan aspirasi ini merupakan bagian dari komitmen Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam mendukung pertumbuhan industri keuangan digital nasional, sekaligus memastikan stabilitas keamanan yang menjadi landasan utama dalam pembangunan ekonomi,” ujarnya dikutip Kamis (27/2/2025).
Kuncoro menyebut langkah tindak lanjut ini juga akan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya menciptakan sinergi antara sektor keamanan siber dan ekonomi digital untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global serta berkontribusi bagi pertumbuhan perekonomian nasional.
Lihat Juga :