Serangan Siber di Indonesia Menurun, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
loading...
A
A
A
Kuncoro menyebut langkah tindak lanjut ini juga akan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya menciptakan sinergi antara sektor keamanan siber dan ekonomi digital untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global serta berkontribusi bagi pertumbuhan perekonomian nasional.
Kuncoro yang juga ahli IT lulusan pelatihan FBI Quantico Amerika Serikat pada 2007, juga memperkirakan ke depan masih marak kejahatan penipuan online.
"Jaringan pelaku cukup rapi, sering menyasar masyarakat yang masih awam kerawanan kejahatan dunia maya," katanya.
Direktorat Ekonomi Baintelkam Polri akan meningkatkan kerja sama dengan Direktorat Siber Bareskrim Polri, serta dengan Kementerian Lembaga terkait, untuk mengungkap jaringan pelaku kejahatan online, dan meminimalkan kejadian penipuan online.
Sementara itu, Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia Dony Koesmandarin menjelaskan, meskipun statistik menunjukkan penurunan umum dalam ancaman online dan lokal di Indonesia, namun jumlah deteksinya masih relatif tinggi.
Secara keseluruhan, sebesar 21,2% pengguna diserang oleh ancaman yang disebarkan melalui web selama periode Q1 2024. Hal ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-96 di dunia dalam hal bahaya yang terkait dengan penjelajahan web.
Penggunaan statistik infeksi lokal untuk komputer pengguna merupakan indikator yang sangat penting. Worm dan virus file merupakan penyebab sebagian besar insiden tersebut.
“Dengan tingkat penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 79,5%, hal ini berarti semakin banyak data berharga yang menarik para pelaku kejahatan siber,” katanya.
Dony mengimbau seluruh individu dan organisasi di Indonesia untuk mewaspadai kemungkinan upaya siber lainnya yang mungkin lebih canggih atau bahkan lebih sederhana dari ini. Untuk mencegah semakin banyaknya korban akibat serangan phishing, ada beberapa langkah yang dapat diterapkan pengguna internet sebagai cara mencegah serangan phishing.
Langkah pertama, dengan berhati-hati saat merespons email dan pesan mencurigakan yang diterima di aplikasi messenger.
Kuncoro yang juga ahli IT lulusan pelatihan FBI Quantico Amerika Serikat pada 2007, juga memperkirakan ke depan masih marak kejahatan penipuan online.
"Jaringan pelaku cukup rapi, sering menyasar masyarakat yang masih awam kerawanan kejahatan dunia maya," katanya.
Direktorat Ekonomi Baintelkam Polri akan meningkatkan kerja sama dengan Direktorat Siber Bareskrim Polri, serta dengan Kementerian Lembaga terkait, untuk mengungkap jaringan pelaku kejahatan online, dan meminimalkan kejadian penipuan online.
Sementara itu, Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia Dony Koesmandarin menjelaskan, meskipun statistik menunjukkan penurunan umum dalam ancaman online dan lokal di Indonesia, namun jumlah deteksinya masih relatif tinggi.
Secara keseluruhan, sebesar 21,2% pengguna diserang oleh ancaman yang disebarkan melalui web selama periode Q1 2024. Hal ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-96 di dunia dalam hal bahaya yang terkait dengan penjelajahan web.
Penggunaan statistik infeksi lokal untuk komputer pengguna merupakan indikator yang sangat penting. Worm dan virus file merupakan penyebab sebagian besar insiden tersebut.
“Dengan tingkat penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 79,5%, hal ini berarti semakin banyak data berharga yang menarik para pelaku kejahatan siber,” katanya.
Dony mengimbau seluruh individu dan organisasi di Indonesia untuk mewaspadai kemungkinan upaya siber lainnya yang mungkin lebih canggih atau bahkan lebih sederhana dari ini. Untuk mencegah semakin banyaknya korban akibat serangan phishing, ada beberapa langkah yang dapat diterapkan pengguna internet sebagai cara mencegah serangan phishing.
Langkah pertama, dengan berhati-hati saat merespons email dan pesan mencurigakan yang diterima di aplikasi messenger.
Lihat Juga :