Satgas Covid-19: Beban Kerja Tenaga Kesehatan Dikurangi dan Ada Remunerasi

Kamis, 03 September 2020 - 19:28 WIB
loading...
Satgas Covid-19: Beban...
Tenaga kesehatan seusai melaksanakan salat Idul Adha di Surabaya, beberapa waktu lalu. Pengurangan beban kerja dan pemberian remunerasi diharapkan bisa mencegah jatuhnya lebih banyak korban tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan perlunya merasionalisasi kembali beban kerja tenaga kesehatan. Beban kerja berlebih menyebabkan kelelahan yang justru membuat daya tahan tubuh para tenaga kesehatan melemah sehingga mudah terpapar Covid-19.

“Beban kerja dokter, perawat dan tenaga kesehatan lain perlu dirasionalisasi agar tidak terjadi kelelahan,” katanya saat konferensi pers, Kamis (3/9/2020).

(Baca: Wiku Adisasmito Sebut Peningkatan Kasus Covid-19 di Jakarta Selaras dengan Jumlah Tes)

Selain itu, para tenaga kesehatan itu juga harus diberikan remunerasi yang mencukupi. Lalu menjaga imunitas tenaga kesehatan tersebut dengan cara jam kerja dan suplemen untuk menjaga kesehatan para tenaga kesehatan tersebut.

“Khususnya untuk tenaga kesehatan yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta agar tidak melakukan praktik kontak langsung dengan pasien. Dan memanfaatkan konsultasi dengan telemedicine atau bekerja di dalam tim sehingga bisa ditangani secara bersama-sama dan dibagi bebannya agar tidak membahayakan keselamatan dan kesehatan dari tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Kemudian, Wiku mengatakan akan dilakukan kategorisasi pasien untuk mengurangi beban kerja. Di mana beberapa rumah sakit, seperti Rumah Sakit Wisma Atlet dapat menangani pasien dengan kondisi ringan hingga sedang.

(Baca: Pecah Rekor, Ada 3.622 Kasus Baru Positif Covid-19)

Wiku mengatakan Satgas terus mendorong Kementerian Kesehatan dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) agar betul-betul dapat merealisasikan redistribusi beban penyiapan fasilitas tempat tidur dari rumah sakit rujukan.

“Agar keadaan ini bisa tertangani. Tapi saat yang sama kita harus memastikan anggota masyarakat agar betul-betul menerapkan protokol kesehatan. Sehingga tidak sakit dan tidak membebani pelayanan kesehatan yang ada. Karena jumlah fasilitas pelayanan kesehatan maupun tenaga kesehatan yang ada di Indonesia dalam jumlah yang terbatas,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Menko PMK: Satgas Covid-19 Otomatis Bubar
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Indonesia Masuk Endemi,...
Indonesia Masuk Endemi, Satgas Beberkan Dasar Pencabutan Status Pandemi Covid-19
Covid-19 Per 8 Mei 2023,...
Covid-19 Per 8 Mei 2023, Bertambah 1.149 Kasus dan 21 Orang Meninggal
Covid-19 Per 5 Mei 2023,...
Covid-19 Per 5 Mei 2023, Bertambah 2.122 Kasus dan 20 Orang Meninggal
Kasus Covid-19 Kembali...
Kasus Covid-19 Kembali Naik, Wakil Ketua MPR: Protokol Kesehatan Harus Diaktifkan Lagi
Ratusan Tenaga Kesehatan...
Ratusan Tenaga Kesehatan Bersinergi, Dorong Kepercayaan Publik terhadap Imunisasi
Kolaborasi Tenaga Kesehatan...
Kolaborasi Tenaga Kesehatan dan Edukasi Publik di Hari Prematur Sedunia 2025
Nama Hilang di Kepegawaian,...
Nama Hilang di Kepegawaian, Ratusan Nakes Ngamuk di BKPSDM Muna
Rekomendasi
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
4 Tim Lolos Perempat...
4 Tim Lolos Perempat Final Euro 2024, Ada Jerman dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved