IKA PMII, Bertahan atau Tenggelam dalam Disrupsi

Jum'at, 21 Februari 2025 - 07:15 WIB
loading...
IKA PMII, Bertahan atau...
Eko Ernada. Foto/Istimewa
A A A
Eko Ernada
Alumni PMII Jember

SETIAP generasi memiliki tantangan zamannya sendiri. Jika di masa lalu kepemimpinan ditentukan oleh otoritas formal dan stabilitas sosial, maka di era disrupsi yang penuh ketidakpastian ini, pemimpin harus mampu membaca perubahan dan menciptakan strategi adaptasi yang tepat. Dalam konteks ini, Munas VII IKA PMII bukan sekadar ajang pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum refleksi: sejauh mana organisasi ini mampu bertransformasi menjadi katalis bagi kepemimpinan progresif di Indonesia.

Antonio Gramsci dalam pemikirannya menegaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan atas institusi, tetapi juga soal peran intelektual organik. Intelektual jenis ini tidak sekadar memahami teori, tetapi juga terlibat aktif dalam dinamika sosial dan membangun kesadaran kritis di tengah masyarakat. Jika dikontekstualisasikan dalam IKA PMII, ini berarti alumni tidak boleh hanya menjadi patron bagi adik-adik PMII, tetapi harus hadir sebagai fasilitator bagi tumbuhnya pemikiran progresif yang relevan dengan tantangan zaman.

IKA PMII kini berada di persimpangan jalan: apakah akan tetap relevan atau justru kehilangan daya pengaruh dalam arus disrupsi? Banyak organisasi alumni terjebak dalam pola relasi hierarkis, di mana senior menjadi figur dominan dan junior menjadi penerima doktrin tanpa banyak ruang untuk inovasi. Jika IKA PMII ingin bertahan dan berkembang, maka ia harus menumbuhkan ekosistem yang memungkinkan kader-kader muda PMII tidak hanya mengikuti jejak senior mereka, tetapi juga diberi kebebasan untuk menciptakan jalur baru yang lebih adaptif dengan dinamika perubahan global.

Sejarah telah membuktikan bahwa PMII adalah organisasi yang mampu bertahan dalam berbagai tantangan zaman. Dari era Orde Baru yang penuh represi hingga transisi demokrasi pasca-Reformasi, PMII selalu berkontribusi dalam perubahan sosial. Namun, tantangan hari ini jauh lebih kompleks. Era digital mengubah lanskap kepemimpinan secara fundamental, di mana kekuasaan tidak lagi hanya bersumber dari jabatan formal, tetapi juga dari kemampuan individu dalam menguasai narasi dan teknologi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa...
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa Fisip Unpas Lebih Kritis Hadapi Disrupsi Digital
Purnomo Yusgiantoro...
Purnomo Yusgiantoro Siap Perkuat Organisasi Alumni Lemhannas Seluruh Indonesia
JAM PMII Laporkan Ketum...
JAM PMII Laporkan Ketum GAMKI ke Bareskrim terkait Polemik Ceramah Jusuf Kalla
Meriah! Pengwil INI...
Meriah! Pengwil INI Jateng Gelar Peringatan HUT ke-118 Ikatan Notaris Indonesia di Solo dan Karanganyar
KOPRI PB PMII Desak...
KOPRI PB PMII Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Maluku Utara
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Rekomendasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 31: Bunda Latifah Terus Mendesak Mining Untuk Segera Mencari Jaka
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Piala Dunia 2026 Sukses...
Piala Dunia 2026 Sukses Digelar, Presiden FIFA Gianni Infantino Dapat Tawaran Jabatan dari Trump
Berita Terkini
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved