IKA PMII, Bertahan atau Tenggelam dalam Disrupsi
Jum'at, 21 Februari 2025 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu jebakan yang sering dihadapi organisasi alumni adalah kecenderungan untuk larut dalam romantisme masa lalu. Padahal, nostalgia saja tidak cukup untuk menjawab tantangan zaman. Sejarah PMII harus menjadi inspirasi untuk bergerak maju, bukan sekadar cerita lama yang terus diulang tanpa relevansi dengan konteks kekinian. Banyak organisasi alumni lain yang mampu bertahan dan berkembang justru karena mereka beradaptasi dengan dinamika zaman. Mereka membangun ekosistem yang memungkinkan interaksi lintas generasi, tidak hanya dalam bentuk forum-forum resmi, tetapi juga melalui mentorship yang lebih fleksibel.
Munas VII harus menjadi momentum bagi IKA PMII untuk menegaskan kembali perannya: bukan hanya sebagai wadah nostalgia bagi para alumni, tetapi juga sebagai ekosistem intelektual yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang adaptif, kritis, dan inovatif. Seperti yang dikatakan Gramsci, sejarah bukanlah sesuatu yang diwariskan begitu saja, tetapi sesuatu yang terus dibentuk oleh mereka yang berani mengambil peran aktif dalam perubahan.
IKA PMII tidak boleh hanya menjadi saksi atas perubahan zaman, tetapi harus menjadi aktor utama yang ikut membentuk arah perubahan itu sendiri. Jika tidak mampu beradaptasi, maka eksistensinya sebagai organisasi alumni hanya akan menjadi formalitas tanpa substansi. Namun, jika mampu menjawab tantangan zaman dengan pemikiran progresif dan kepemimpinan transformatif, IKA PMII dapat menjadi pusat gravitasi kepemimpinan nasional yang tidak hanya menjaga tradisi intelektual PMII, tetapi juga menjadi kekuatan penggerak perubahan di Indonesia.
Munas VII harus menjadi momentum bagi IKA PMII untuk menegaskan kembali perannya: bukan hanya sebagai wadah nostalgia bagi para alumni, tetapi juga sebagai ekosistem intelektual yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang adaptif, kritis, dan inovatif. Seperti yang dikatakan Gramsci, sejarah bukanlah sesuatu yang diwariskan begitu saja, tetapi sesuatu yang terus dibentuk oleh mereka yang berani mengambil peran aktif dalam perubahan.
IKA PMII tidak boleh hanya menjadi saksi atas perubahan zaman, tetapi harus menjadi aktor utama yang ikut membentuk arah perubahan itu sendiri. Jika tidak mampu beradaptasi, maka eksistensinya sebagai organisasi alumni hanya akan menjadi formalitas tanpa substansi. Namun, jika mampu menjawab tantangan zaman dengan pemikiran progresif dan kepemimpinan transformatif, IKA PMII dapat menjadi pusat gravitasi kepemimpinan nasional yang tidak hanya menjaga tradisi intelektual PMII, tetapi juga menjadi kekuatan penggerak perubahan di Indonesia.
(zik)
Lihat Juga :