Mendagri: China Lebih Efektif Tangani Covid-19 karena Bukan Demokrasi
Kamis, 03 September 2020 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi sebetulnya untuk menyosialisasikan 3M yakni masker, jaga jarak, dan cuci tangan kita sebetulnya bicara ilmu sosiologi tentang social control, kendali sosial. Sekali lagi kendali sosial di negara demokrasi tidak gampang,” ujarnya.
(Baca: Bicara Demokrasi, Fahri Hamzah Beberkan Dosa Terbesar Buzzer)
Tito menambahkan akan lebih sulit lagi jika negara demokrasi juga terdesentralisasi, di mana ada pembagian pemerintah pusat dan daerah. “Daerah belum tentu sinkron dengan pusat. Karena dipilih langsung rakyat. Daerah terbelah lagi menjadi tingkat I dan II. Kepala daerah tingkat I belum tentu bisa mengendalikan dengan tingkat II. Tingkat II belum tentu akan sinkron dengan kebijakan tingkat II,” ungkapnya.
“Ini terjadi di India, Brazil dan lain-lain. Bahkan di Amerika Serikat negara besar menggunakan sistem politik demokrasi dan desentralisasi tidak gampang dengan itu,” katanya
Lebih lanjut Tito menyebut penanganan covid Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan Singapura dan China. Menurutnya dari sisi sistem politik, jumlah penduduk dan luas wilayah berbeda. “Yang apple to apple Indonesia itu dengan India, Rusia, Brazil, Amerika. Dengan China no karena sistem politiknya bukan demokrasi,” pungkasnya.
(Baca: Bicara Demokrasi, Fahri Hamzah Beberkan Dosa Terbesar Buzzer)
Tito menambahkan akan lebih sulit lagi jika negara demokrasi juga terdesentralisasi, di mana ada pembagian pemerintah pusat dan daerah. “Daerah belum tentu sinkron dengan pusat. Karena dipilih langsung rakyat. Daerah terbelah lagi menjadi tingkat I dan II. Kepala daerah tingkat I belum tentu bisa mengendalikan dengan tingkat II. Tingkat II belum tentu akan sinkron dengan kebijakan tingkat II,” ungkapnya.
“Ini terjadi di India, Brazil dan lain-lain. Bahkan di Amerika Serikat negara besar menggunakan sistem politik demokrasi dan desentralisasi tidak gampang dengan itu,” katanya
Lebih lanjut Tito menyebut penanganan covid Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan Singapura dan China. Menurutnya dari sisi sistem politik, jumlah penduduk dan luas wilayah berbeda. “Yang apple to apple Indonesia itu dengan India, Rusia, Brazil, Amerika. Dengan China no karena sistem politiknya bukan demokrasi,” pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :