Menavigasi Deflasi di Tengah Efisiensi Anggaran

Selasa, 11 Februari 2025 - 12:38 WIB
loading...
A A A
Artinya, kondisi tersebut mencerminkan semakin ketatnya likuiditas dalam perekonomian, yang dapat berdampak pada aktivitas konsumsi dan investasi dalam negeri. Begitu juga perubahan pola konsumsi masyarakat semakin terlihat dengan adanya kecenderungan menahan belanja, terutama untuk kebutuhan sekunder dan tersier seperti produk fesyen.

Sebaliknya, alokasi pengeluaran kini lebih berfokus pada sektor jasa, terutama kesehatan dan rekreasi. Pergeseran prioritas ini menunjukkan kehati-hatian masyarakat dalam mengelola keuangan mereka di tengah ketidakpastian ekonomi, yang pada gilirannya dapat berpengaruh terhadap kinerja sektor ritel dan manufaktur.

Tekanan ekonomi ini semakin berat dengan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pemangkasan anggaran sebesar Rp306,7 triliun, atau sekitar 8% dari total belanja negara tahun 2025. Langkah tersebut dilakukan untuk mengalihkan dana ke program-program prioritas, salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah dan kelompok rentan lainnya.

Program MBG dirancang untuk memberikan makanan bergizi gratis kepada sekitar 19,47 juta penerima manfaat pada tahun pertamanya, dengan anggaran sebesar Rp71 triliun yang telah dialokasikan dalam APBN 2025. Oleh sebab itu, pemerintah memperketat belanja pada pos-pos yang dianggap kurang produktif, termasuk perjalanan dinas, pengadaan alat tulis kantor, dan kegiatan seremonial.

Di sisi lain, meskipun kebijakan efisiensi anggaran bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan negara, terdapat kekhawatiran bahwa pemotongan belanja negara secara drastis dapat mengurangi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi. Artinya, dengan adanya penghematan anggaran, perekonomian tidak lagi dapat mengandalkan konsumsi pemerintah seperti sebelumnya, terutama setelah periode pemilu yang biasanya mendorong peningkatan belanja negara.

Salah satu sektor yang berpotensi mengalami dampak signifikan dari pemangkasan anggaran adalah infrastruktur. Pengurangan belanja pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat hingga 80% berisiko menghambat pemeliharaan serta pembangunan proyek infrastruktur strategis.

Padahal, infrastruktur memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang besar, seperti meningkatkan kelancaran distribusi barang, efisiensi logistik, serta penciptaan lapangan kerja, yang secara langsung mendukung pertumbuhan ekonomi. Terlebih lagi, pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa masih sangat diperlukan untuk mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Oleh sebab itu, meskipun efisiensi anggaran sangat penting untuk menjaga kredibilitas fiskal, pemerintah perlu mempertimbangkan dengan baik dampak pemangkasan anggaran terhadap proyek-proyek infrastruktur strategis. Kita semua berharap setelah evaluasi kuartal pertama, pemerintah membuka blokir anggaran, untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi, distribusi yang lebih baik serta penciptaan lapangan kerja, dan tentu saja belanja-belanja tidak produktif (overhead costs) sudah di eliminir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Percepat Transformasi,...
Percepat Transformasi, Telkom Sukses Tuntaskan Restrukturisasi 10 Entitas Bisnis
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
Rekomendasi
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Mohamed Salah Akhirnya...
Mohamed Salah Akhirnya Buka Suara Usai Mesir Tersingkir dari Piala Dunia 2026
5 Fakta Menarik Spanyol...
5 Fakta Menarik Spanyol Singkirkan Belgia di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur di Tengah Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Breaking News: Jampidsus...
Breaking News: Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri
Polisi Dalami Temuan...
Polisi Dalami Temuan Emas Batangan hingga Uang saat Geledah Rumah di Sentul
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Terungkap, Polisi Amankan...
Terungkap, Polisi Amankan 15 Saksi saat Geledah 12 Lokasi
Beberkan Bukti Penggeledahan...
Beberkan Bukti Penggeledahan tapi Belum Tetapkan Tersangka, Polda Metro Jaya: Masih Pendalaman
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved