Menavigasi Deflasi di Tengah Efisiensi Anggaran

Selasa, 11 Februari 2025 - 12:38 WIB
loading...
Menavigasi Deflasi di...
Candra Fajri Ananda, Staf Khusus Menteri Keuangan RI. Foto/SINDOnews
A A A
Candra Fajri Ananda
Staf Khusus Menteri Keuangan RI

PADA Januari 2025, Indonesia mencatat deflasi sebesar 0,76% secara bulanan (mtm), yang tercermin dari penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,80 pada Desember 2024 menjadi 105,99. Secara tahunan (yoy), inflasi hanya mencapai 0,76%, menjadikannya angka terendah sejak Januari 2000.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa deflasi ini sebagian besar disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang menetapkan diskon 50% pada tarif listrik bagi pelanggan dengan daya di bawah 2.200 VA untuk periode Januari hingga Februari 2025.

Selain faktor kebijakan, deflasi juga dipengaruhi oleh melemahnya konsumsi domestik, yang tercermin dari tren penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sejak pertengahan 2024. Indikator ini menunjukkan sikap kehati-hatian masyarakat dalam melakukan pengeluaran, yang berimbas pada berkurangnya permintaan terhadap berbagai sektor ekonomi.

Salah satu sektor yang terdampak adalah transportasi, di mana tarif layanan kereta api dan angkutan udara mengalami penurunan, masing-masing memberikan andil sebesar 0,01% terhadap deflasi. Fenomena ini mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat serta meningkatnya tekanan terhadap sektor usaha yang bergantung pada permintaan domestik.

Di sisi lain, meskipun terjadi deflasi pada Januari 2025, inflasi inti – yang tidak memasukkan komponen harga yang diatur pemerintah dan harga pangan bergejolak – justru mengalami sedikit kenaikan, mencapai 2,36% secara tahunan. Bank Indonesia sebelumnya telah menurunkan suku bunga sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Lembaga tersebut memperkirakan inflasi akan tetap berada dalam batas yang terkendali hingga akhir 2025, dengan proyeksi inflasi tahunan sebesar 2,7% dan inflasi inti sebesar 2,6%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan deflasi terjadi pada awal tahun, fundamental ekonomi Indonesia masih relatif stabil.

Dinamika Efisiensi Anggaran


Kini, Indonesia menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks dengan menurunnya jumlah uang beredar serta perubahan pola konsumsi masyarakat. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa posisi uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2024 mencapai Rp9.210,8 triliun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 4,4%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 6,5%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Dukung Program MBG dan KDKMP
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Mensesneg Beri Sinyal...
Mensesneg Beri Sinyal Said Iqbal Masuk Kabinet Merah Putih, Jabat Apa?
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
WFH ASN Setiap Jumat...
WFH ASN Setiap Jumat Diklaim Bikin Negara Hemat Rp1,95 Triliun, Begini Hitungannya
Anggaran Dipangkas,...
Anggaran Dipangkas, Purbaya Minta Jangan Menyalahkan MBG Lagi: Presiden Sedang Perbaiki
Rekomendasi
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved