alexametrics

PAN Masuk dan Keluar Pemerintahan Jokowi Terjadi di Era Zulhas

loading...
PAN Masuk dan Keluar Pemerintahan Jokowi Terjadi di Era Zulhas
Zulkifli Hasan bersama para petinggi PAN. Foto/SINDO/Eko Purwanto
A+ A-
JAKARTA - Analis Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Bakir Ihsan menilai, bergabung atau tidaknya Partai Amanat Nasional (PAN) dengan pemerintah tergantung pada negosiasi dan insentif yang didapatkan. Hal itu dikatakan Bakir, terkait arah politik PAN setelah Zulkifli Hasan (Zulhas) terpilih kembali menjadi Ketua umum melalui Kongres V di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, pada perode pertama pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) 2014-2019, PAN awalnya di luar pemerintahan, tapi dalam perjalanannya bergabung, kemudian di akhir keluar lagi. "Dan itu terjadi di bawah kepemimpinan Zulhas," kata Bakir saat dihubungi SINDOnews, Kamis (13/2/2020).

Diketahui, dalam pemerintahan lalu, politikus PAN masuk menjadi anggota kabinet, tepatnya menjadi Menteri PAN RB menggantikan Yuddy Chrisnandi pada Juli 2016. Kemudian Asman mundur dari kabinet pada Agustus 2018.



Bakir mengatakan, meski Zulhas memastikan bahwa PAN akan menjadi mitra pemerintah yang kritis, partai itu dinilai tetap menunggu sikap Presiden Jokowi dalam melakukan akomodasi politik terhadap partai-partai yang masih di luar pemerintahan. (Baca juga: Zulhas: PAN Akan Jadi Mitra Kritis Pemerintah).

Menurut dia, selama ini perjalanan perolehan suara PAN relatif stabil, meski dari segi persentase mengalami penurunan. Sehingga, bergabung atau tidaknya PAN ke pemerintah menjadi basis elektoral yang ikut dipertimbangkan partai itu.

"Karena itu 2024 sangat tergantung pada soliditas internal PAN terbangun dan mampu mencitrakan dirinya sebagai partai yang disukai dan dipilih oleh pemilih," ujarnya.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak