Budaya sebagai Perekat Masyarakat Indonesia dan Belgia
Jum'at, 31 Januari 2025 - 17:36 WIB
loading...
A
A
A
Kehadiran "wajah" Indonesia di Pairi Daiza tersebut berkat kecintaan Eric Domb, pendiri dan CEO Pairi Daiza serta Konsul Kehormatan Republik Indonesia untuk wilayah Wallonia, Belgia, kepada Indonesia. Ketika beliau masih anak-anak, orang tuanya mengajak Eric Domb mengunjungi Bali. Kunjungan tersebut sangat membekas di ingatan Eric Domb, sehingga beliau berkali-kali kembali mengunjungi Bali dan beberapa wilayah lain di Indonesia.
Kisah kedekatan masyarakat Belgia dengan Indonesia juga dibangun oleh Gabriel Laufer, yang sejak tahun 2013 memilih untuk tinggal di Indonesia. Gabriel, seorang musisi lulusan program Master di bidang Perkusi dari Royal Conservatory of Brussels, berkenalan dengan Gamelan Bali pada tahun 1996. Sejak saat itu Gabriel jatuh cinta dengan Gamelan Bali dan bergabung dengan kelompok Gamelan Bali KBRI Brussel yang diasuh oleh Made Wardana. Selain itu, Gabriel juga sangat menggemari Wayang Kulit, seni tari, dan musik tradisional Indonesia.
Selain Gabriel, cerita mengenai budaya yang menjembatani Indonesia dan Belgia juga ditunjukkan Fillippo Deorsola, warga negara Italia yang tinggal di Brussel. Pada bulan Oktober 2024, Fillippo dan band jazznya, Anaphora, mengerjakan proyek kolaborasi musik Jazz dengan kelompok Gamelan Sandhikala yang berada di Yogyakarta. Pengalaman Fillippo bersentuhan dengan gamelan membuatnya jatuh cinta pada gamelan sehingga bergabung dengan kelompok Gamelan KBRI Brussel. Fillippo juga mengajak teman-teman pemusiknya untuk bergabung dengan kelompok Gamelan KBRI Brussel.
Kembali pada perayaan 75 tahun hubungan persahabatan Indonesia dan Belgia, kita patut mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh KBRI Brussel untuk memeriahkan perayaan tersebut dengan kegiatan Indonesia-Belgium Culture Festival yang diselenggarakan di beberapa kota Belgia. Festival tersebut bukan hanya memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia, tetapi juga ragam kuliner Nusantara. Upaya untuk memperkenalkan Indonesia di Belgia secara intensif melalui festival budaya di berbagai kota sepanjang tahun 2024 perlu untuk terus ditingkatkan agar masyarakat lokal Belgia lebih mengenal Indonesia.
Dari pengalaman penulis selama hampir tiga tahun tinggal di Belgia, pengenalan masyarakat lokal Belgia terhadap Indonesia masih lebih rendah jika dibanding dengan negara tetangga, misalnya Thailand. Hal ini juga berbanding lurus dengan jumlah kunjungan wisatawan Belgia yang lebih banyak berkunjung ke Thailand dibanding ke Indonesia. Pada tahun 2023, kunjungan wisatawan Belgia ke Thailand sebanyak 85.512 orang sementara wisatawan Belgia yang berkunjung ke Indonesia pada tahun yang sama sejumlah 40.888 orang.
Upaya promosi Indonesia melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan festival seni budaya dan Kuliner Nusantara perlu lebih intensif dilakukan untuk meningkatkan pengenalan tentang Indonesia kepada masyarakat lokal Belgia. Pengalaman warga lokal untuk melihat pertunjukan seni budaya dan merasakan sajian kuliner Nusantara yang berkualitas akan menumbuhkan kenangan baik dan membangkitkan rasa ingin tahu lebih jauh tentang Indonesia. Untuk itu, diperlukan sinergi berbagai pihak untuk mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan promosi seni budaya dan kuliner Nusantara di Belgia.
Kisah kedekatan masyarakat Belgia dengan Indonesia juga dibangun oleh Gabriel Laufer, yang sejak tahun 2013 memilih untuk tinggal di Indonesia. Gabriel, seorang musisi lulusan program Master di bidang Perkusi dari Royal Conservatory of Brussels, berkenalan dengan Gamelan Bali pada tahun 1996. Sejak saat itu Gabriel jatuh cinta dengan Gamelan Bali dan bergabung dengan kelompok Gamelan Bali KBRI Brussel yang diasuh oleh Made Wardana. Selain itu, Gabriel juga sangat menggemari Wayang Kulit, seni tari, dan musik tradisional Indonesia.
Selain Gabriel, cerita mengenai budaya yang menjembatani Indonesia dan Belgia juga ditunjukkan Fillippo Deorsola, warga negara Italia yang tinggal di Brussel. Pada bulan Oktober 2024, Fillippo dan band jazznya, Anaphora, mengerjakan proyek kolaborasi musik Jazz dengan kelompok Gamelan Sandhikala yang berada di Yogyakarta. Pengalaman Fillippo bersentuhan dengan gamelan membuatnya jatuh cinta pada gamelan sehingga bergabung dengan kelompok Gamelan KBRI Brussel. Fillippo juga mengajak teman-teman pemusiknya untuk bergabung dengan kelompok Gamelan KBRI Brussel.
Kembali pada perayaan 75 tahun hubungan persahabatan Indonesia dan Belgia, kita patut mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh KBRI Brussel untuk memeriahkan perayaan tersebut dengan kegiatan Indonesia-Belgium Culture Festival yang diselenggarakan di beberapa kota Belgia. Festival tersebut bukan hanya memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia, tetapi juga ragam kuliner Nusantara. Upaya untuk memperkenalkan Indonesia di Belgia secara intensif melalui festival budaya di berbagai kota sepanjang tahun 2024 perlu untuk terus ditingkatkan agar masyarakat lokal Belgia lebih mengenal Indonesia.
Dari pengalaman penulis selama hampir tiga tahun tinggal di Belgia, pengenalan masyarakat lokal Belgia terhadap Indonesia masih lebih rendah jika dibanding dengan negara tetangga, misalnya Thailand. Hal ini juga berbanding lurus dengan jumlah kunjungan wisatawan Belgia yang lebih banyak berkunjung ke Thailand dibanding ke Indonesia. Pada tahun 2023, kunjungan wisatawan Belgia ke Thailand sebanyak 85.512 orang sementara wisatawan Belgia yang berkunjung ke Indonesia pada tahun yang sama sejumlah 40.888 orang.
Upaya promosi Indonesia melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan festival seni budaya dan Kuliner Nusantara perlu lebih intensif dilakukan untuk meningkatkan pengenalan tentang Indonesia kepada masyarakat lokal Belgia. Pengalaman warga lokal untuk melihat pertunjukan seni budaya dan merasakan sajian kuliner Nusantara yang berkualitas akan menumbuhkan kenangan baik dan membangkitkan rasa ingin tahu lebih jauh tentang Indonesia. Untuk itu, diperlukan sinergi berbagai pihak untuk mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan promosi seni budaya dan kuliner Nusantara di Belgia.
Lihat Juga :