Petani Nelayan Terlempar dari Lahannya oleh Pinokio Sudah Biasa

Senin, 27 Januari 2025 - 15:51 WIB
loading...
A A A
Campur tangan yang besar itu juga berarti pelaksanaan kontrol secara ketat, agar rakyat tidak berbuat macam-macam yang bisa mengoyak stabilitas.

Hart (1986) menggambarkan sejak akhir 1960-an kelompok elit pedesaan yang selalu diuntungkan oleh situasi telah berfungsi sebagai klien negara.

Dalam proses demikian, dengan mudah rakyat dibuat terasing dari proses perencanaan dan pengambilan keputusan politik penting, menentukan merah hijaunya nasib mereka.

Penempatan posisi pemerintah sebagai ”bapak”, dan masyarakat sebagai ”anak” tidak menunjukkan makna kasih sebagaimana seharusnya.

Melainkan untuk melestarikan sikap paternalistik yang menguntungkan kelas dominan. Hal ini bukan mengandung konotasi, bila dilihat dari tingkah laku para pejabat, rakyat itu bodoh dan pemerintah lebih pintar. Akibatnya, kepentingan rakyat tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan untung ruginya suatu kebijakan nasional yang diambil.

Manfaat suatu kebijakan yang tidak jatuh ke tangan rakyat sering tidak menjadi soal, (Sobari, 2003). Dalam masa Orde Baru, kelompok miskin pedesaan, terbukti dari berbagai penelitian, menjadi semakin sulit.

Mereka menjadi kelompok tersingkir di desa mereka sendiri, dan kemudian bermigrasi ke kota-kota untuk memperoleh lowongan ekonomi (Collier, 1974,1981, 1982; Hayami dan Hafid, 1979; Hugo, 1984; Sobari, 1986; Sayogyo 1977).

Perluasan kota-kota besar dan kebijakan menggalakan industrialisasi bisa juga menimbulkan implikasi lebih seriusbagi petani. Secara khusus bisa dikemukakan misalnya betapa kuat cengkeraman Jakarta atas daerah-daerah pinggiran di sekitarnya, begitu pusat industri terpenting ini dianggap ”penuh” pada tahun 1970-an (Mather, 1982).

Upaya perluasan kota terus berlangsung dan sejak tahun 1970-an kita mengenal kawasan baru yang disebut Jabotabek, sekarang bertambah menjadi Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi). Daerah daerah pinggiran ini kemudian terserap, baik fisik maupun kultural oleh dan ke dalam kehidupan Jakarta.

Harapannya perluasan kota-kota dimanapun untuk tetap memperhatikan ”habitat” yang berisi di dalamnya masyarakat dengan segala tradisi dan budaya mereka. Di era kepemimpinan Presiden Prabowo benar-benar memperhatikan hakikat transformasi masyarakat yang wilayahnya terdampak perluasan atau kebijakan nasional.

Bapak Presiden sebagai insan HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia), dapat menempatkan petani nelayan sebagai sokoguru perekonomian kita, menjadi garda terdepan dalam ketahanan pangan nasional kita, semoga kasus-kasus seperti ”PIK 2” tidak terjadi di daerah lain, cukup di Tangerang saja. Semoga!
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Sambut DSI Prabowo,...
Sambut DSI Prabowo, PKB Ingatkan Transparansi dan Keberpihakan ke Petani
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
Potensi Perikanan Sorong...
Potensi Perikanan Sorong Menguat, Askrindo Perluas Pelindungan Nelayan
Transfer Pengetahuan,...
Transfer Pengetahuan, AA Kadu Bagikan Tips Memilih Bibit Durian Berkualitas
Rekomendasi
Mudah Emosi dan Defensif?...
Mudah Emosi dan Defensif? Ternyata Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebab Utamanya
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved