Hasto Tak Ditahan KPK karena Telepon Megawati ke Prabowo, Setyo Mengaku Tak Dengar Kabar Itu

Selasa, 14 Januari 2025 - 18:29 WIB
loading...
Hasto Tak Ditahan KPK...
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyangkal alasan tidak menahan Hasto Kristiyanto karena ada telepon Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ke Presiden Prabowo Subianto saat ditemui di Gedung KPK, Selasa (14/1/2025). Foto: Nur Khabibi
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyangkal alasan tidak menahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto karena ada telepon Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ke Presiden Prabowo Subianto.

Setyo mengaku tidak mengetahui kabar teleponan antara Megawati dan Prabowo. "Saya justru tidak mendengar kabar itu," ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (14/1/2025).

Yang dia ketahui perihal pengusutan kasus yang menjerat Hasto sebatas pemeriksaan pada Senin (13/1/2025). "Dari sini sih nggak," ucapnya.

Baca juga: Diperiksa KPK, Hasto Imbau Simpatisan dan Kader PDIP Tetap Tenang

Setyo juga menyangkal keputusan di last minute pembatalan penahanan Hasto. Laporan dari penyidik yang diterimanya hanya sebatas pemeriksaan, belum ada penahanan.

"Karena dokumennya belum masuk ke saya, pemberitahuan apa segala macam nggak ada, yang ada laporan tentang pemeriksaan," katanya.

"Tetapi kepada rencana penahanan sebagainya itu belum masuk ke pimpinan. Artinya, bahwa segala sesuatunya belum masuk ke situ (penahanan), baru tahap pemeriksaan saja," tambahnya.

Sebelumnya, KPK tak menahan Hasto seusai diperiksa dalam kasus suap terkait Harun Masiku. Penyidik menilai belum diperlukan menahan Sekjen PDIP itu.

"Penyidik menilai belum diperlukan dilakukan penahanan dan tentunya bila penyidik dan Jaksa Penuntut Umum sepakat bahwa berkas ini siap untuk dilimpahkan, maka proses tersebut akan dilanjutkan," kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika, Senin (13/1/2025).

Menurut dia, penyidik masih membutuhkan waktu untuk menahan Hasto. Penyidik masih memeriksa beberapa saksi yang belum hadir.

"Sebagaimana rekan-rekan ketahui ada beberapa saksi yang belum hadir di antaranya Saudara Saeful Bahri, Saudari Maria Lestari, dan beberapa saksi lainnya," kata Tessa.

Hasto dimungkinkan untuk diperiksa kedua kalinya sebagai tersangka. Yang jelas, penyidik tengah berfokus agar unsur perkara yang disangkakan terang benderang.

Hari ini, Selasa (14/1/2025), KPK menjadwalkan pemanggilan Staf Hasto bernama Kusnadi. Dia dipanggil untuk diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan suap Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR dan perintangan penyidikan dengan tersangka Hasto.

Kusnadi dipanggil bersamaan dengan kader PDIP Saeful Bahri. "Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi dugaan suap terkait pengurusan Anggota DPR 2019-2024 di KPU untuk tersangka HK," kata Tessa.

Tim penyidik KPK juga memanggil tiga saksi lain yakni Jhoni Ginting selaku karyawan BUMN, Saffar M Godam selaku PNS, dan Saeful Bahri selaku wiraswasta serta kader PDIP.

Baca juga: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Tidak Ditahan usai Diperiksa, Ini Alasan KPK

Di tempat terpisah, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menepis Megawati menelepon Presiden Prabowo Subianto agar Hasto tak ditahan KPK pada Senin (13/1/2025). "Belum ada, belum ada (Megawati telepon Prabowo)," kata Dasco.

Meski demikian, dia mengaku ada sejumlah pihak yang turut bertanya isu serupa padanya. Namun, dia menegaskan tindakan penahanan seorang tersangka merupakan kewenangan lembaga penegak hukum.

"Ada beberapa pihak yang menanyakan hal serupa, tetapi menurut saya bahwa kewenangan dalam penegakan hukum kan memang oleh KPK," tegasnya.

Dia meyakini tak ditahannya Hasto usai menjalani pemeriksaan telah dipertimbangkan matang oleh KPK. "Sehingga kalau ada pertanyaan tidak ada hubungannya dengan Pak Prabowo atau Gerindra," ujar Dasco.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Latsarmil Manajer Kopdes...
Latsarmil Manajer Kopdes Dievaluasi, Istana: Insyaaallah, Tidak Terjadi Korban Lagi
LPI Minta Program Prioritas...
LPI Minta Program Prioritas Nasional Dievaluasi Agar Sesuai Arahan Presiden
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Rekomendasi
Gol Tah Dianulir VAR...
Gol Tah Dianulir VAR dan Jerman Tersingkir, Klopp: Kalau Begitu Arsenal Bukan Juara!
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa FEB UNIS Tangerang dengan Edukasi Investasi Syariah dan Pelindungan Konsumen
Berita Terkini
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Pakar: Putusan Nadiem...
Pakar: Putusan Nadiem Makarim Buktikan Hukum Tidak Tebang Pilih
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Ayah Hadir, Indonesia...
Ayah Hadir, Indonesia Kuat: Melawan Fenomena Fatherless demi Generasi Emas 2045
Tren Komentar Spam Judi...
Tren Komentar Spam Judi Online Naik 128 Persen, Kini Pakai Sistem Bot Otomatis
Infografis
Negara-negara Arab Dikecam...
Negara-negara Arab Dikecam karena Tak Berani Melawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved