5 Risiko Jadi Anggota Kopassus, Hanya untuk Prajurit yang Bermental Baja
Selasa, 14 Januari 2025 - 16:42 WIB
loading...
A
A
A
Akhir dari tahapan ini ditandai dengan materi Uji Keterampilan Komando (UKK) yang harus diselesaikan selama 12 hari.
Tahapan ini menjadi aplikasi dari segala materi yang sebelumnya didapat prajurit Komando di Tahap Basis. Prajurit diharuskan bisa mempertahankan diri dalam berbagai macam keadaan medan serta cuaca yang ekstrem.
Tahap Gunung Hutan diakhiri Long March dari Bandung ke Cilacap dengan 10 etape siang dan malam sejauh 455 km.
Tahap Rawa Laut adalah tahapan terakhir dari pendidikan. Melalui bukunya yang berjudul “Sutiyoso The Field General: Totalitas Prajurit Para Komando”, Sutiyoso pernah membagikan pengalamannya ketika menjalani tahap ini.
Para prajurit dilatih kemampuan patroli ilmu medan dan rawa, serta uji pembebasan tokoh di kamp tawanan. Prajurit Komando setiap hari harus berenang dan mendayung, melakukan praktek pendaratan, survival laut, renang ponco hingga berlatih pelolosan.
Risiko fisik harus siap diterima prajurit Kopassus. Dalam hal ini, Korps Baret Merah memang dikenal punya sederet latihan ekstrem yang menguras fisik dan mental. Berikut beberapa contohnya:
Latihan ini membutuhkan kombinasi kemampuan fisik, mental hingga spiritual. Di dalam hutan, anggota harus berusaha untuk bertahan hidup dengan perlengkapan dan perbekalan yang seadanya.
Pada latihan ini, prajurit akan dilepas di hutan pada pagi hari. Kemudian, mereka harus mencapai titik tujuan sebelum periode waktunya habis.
Latihan ini juga sering disebut dengan Hellweek. Tujuannya untuk melatih kemampuan mental dan fisik seorang prajurit, terutama saat berada di keadaan yang sulit dan serba kekurangan.
Kemudian, ada dopper yang menjadi salah satu bentuk latihan paling ekstrem prajurit Kopassus. Di latihan ini, prajurit Kopassus akan merangkak di tempat berlumpur dan saat bergerak mereka akan diserbu rentetan tembakan dari tim pelatih yang berada di atasnya.
Latihan Dopper ditujukan untuk melatih mental dan fisik para prajurit, khususnya sebelum benar-benar terjun ke medan tempur.
Dari latihan ekstrem tadi, tentu ada risiko seperti cedera hingga kematian. Maka dari itu, mereka harus bersiap untuk menyelesaikannya dengan baik.
Pada operasinya, prajurit Kopassus juga harus bersiap terjun di medan yang berbahaya. Terlebih, Korps Baret Merah sendiri sering ditugaskan untuk operasi penting, seperti antiteror, penyelamatan sandera, intelijen, dan misi rahasia lainnya.
- Tahap Gunung Hutan
Tahapan ini menjadi aplikasi dari segala materi yang sebelumnya didapat prajurit Komando di Tahap Basis. Prajurit diharuskan bisa mempertahankan diri dalam berbagai macam keadaan medan serta cuaca yang ekstrem.
Tahap Gunung Hutan diakhiri Long March dari Bandung ke Cilacap dengan 10 etape siang dan malam sejauh 455 km.
- Tahap Rawa Laut
Tahap Rawa Laut adalah tahapan terakhir dari pendidikan. Melalui bukunya yang berjudul “Sutiyoso The Field General: Totalitas Prajurit Para Komando”, Sutiyoso pernah membagikan pengalamannya ketika menjalani tahap ini.
Para prajurit dilatih kemampuan patroli ilmu medan dan rawa, serta uji pembebasan tokoh di kamp tawanan. Prajurit Komando setiap hari harus berenang dan mendayung, melakukan praktek pendaratan, survival laut, renang ponco hingga berlatih pelolosan.
2. Risiko Fisik
Risiko fisik harus siap diterima prajurit Kopassus. Dalam hal ini, Korps Baret Merah memang dikenal punya sederet latihan ekstrem yang menguras fisik dan mental. Berikut beberapa contohnya:
- Latihan Survival di Tengah Hutan
Latihan ini membutuhkan kombinasi kemampuan fisik, mental hingga spiritual. Di dalam hutan, anggota harus berusaha untuk bertahan hidup dengan perlengkapan dan perbekalan yang seadanya.
Pada latihan ini, prajurit akan dilepas di hutan pada pagi hari. Kemudian, mereka harus mencapai titik tujuan sebelum periode waktunya habis.
Latihan ini juga sering disebut dengan Hellweek. Tujuannya untuk melatih kemampuan mental dan fisik seorang prajurit, terutama saat berada di keadaan yang sulit dan serba kekurangan.
- Latihan Dopper
Kemudian, ada dopper yang menjadi salah satu bentuk latihan paling ekstrem prajurit Kopassus. Di latihan ini, prajurit Kopassus akan merangkak di tempat berlumpur dan saat bergerak mereka akan diserbu rentetan tembakan dari tim pelatih yang berada di atasnya.
Latihan Dopper ditujukan untuk melatih mental dan fisik para prajurit, khususnya sebelum benar-benar terjun ke medan tempur.
Dari latihan ekstrem tadi, tentu ada risiko seperti cedera hingga kematian. Maka dari itu, mereka harus bersiap untuk menyelesaikannya dengan baik.
3. Risiko Operasi Militer yang Berbahaya
Pada operasinya, prajurit Kopassus juga harus bersiap terjun di medan yang berbahaya. Terlebih, Korps Baret Merah sendiri sering ditugaskan untuk operasi penting, seperti antiteror, penyelamatan sandera, intelijen, dan misi rahasia lainnya.
Lihat Juga :