Kick Off Program Makan Bergizi Gratis Dimulai, Disambut Penuh Sukacita Para Penerima Manfaat
loading...
A
A
A
“Ayo dihabiskan makanannya. Biar kalian menjadi generasi yang pintar dan hebat untuk Indonesia,” tutur Wamensos. Ia berpesan agar para murid untuk mengurangi konsumsi makanan instan atau cepat saji. “Hari ini ada tumis kacang panjang, tahu, buah jeruk. Yuk belajar makan sayur, belajar makan buah. Jangan makanan yang instan terus. harus makanan bergizi supaya menjadi generasi yang hebat," kata Agus.
Wamensos tersenyum riang sambil jari manis kanannya menunjuk beberapa kotak MBG siswa yang telah kosong. Ia menyemangati siswa lainnya untuk segera menghabiskan makanan. “Hebat, ini nasi habis, sayur habis, lauk habis. Ayo yang lainnya dihabiskan makannya ya," katanya penuh senyum.
Dalam kesempatan tersebut, ia sempat bertanya ke siswa-siswi terkait menu makanan bergizi gratis. “Gimana menu makanannya hari ini, suka?" tanya Agus. Para murid SMP kelas VII pun sontak menjawab, “Suka, enak makanannya,” ujar para murid.
Agus menjelaskan, kunjungannya ke SD dan SMP Barunawati menjadi momen bersejarah dimulainya program MBG. “Kita mengecek distribusi makanan bergizi gratis yang dimulai serentak dan dilakukan bertahap pada hari ini. Kami melihat langsung anak-anak sangat antusias, gembira, dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka," ujar Agus.
Kualitas Makanan Bergizi Terjamin Higienitasnya
Pj Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi memastikan kualitas makanan bergizi yang diberikan kepada penerima manfaat akan tetap dijaga dengan baik. Teguh menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung penuh program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini. Menurutnya ada 41 sekolah yang tersebar di empat kelurahan di Jakarta Barat dan Jakarta Timur yang hari ini mendapatkan distribusi makanan bergizi.
Menurutnya, untuk wilayah DKI Jakarta pada saat kick off MBG telah dioperasikan empat SPPG untuk menyuplai makanan bergizi kepada 12.054 penerima manfaat. “Pemerintah Provinsi Jakarta mendukung Program MBG untuk sosialisasi, edukasi, serta penunjukkan lokasi sekolah. Kami juga mendukung untuk full security-nya,” tuturnya.
Makanan bergizi di SPPD Palmerah, Jakarta Barat diawasi ketat mulai dari menu makanan, kebersihan, hingga tata kelola limbah. dok.foto/iNews Media Group/Arif Julianto
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta Barat Yudha Permana mengungkapkan, bahan baku makanan bergizi, seperti sayuran dan daging setiap harinya selalu menggunakan bahan yang masih segar. SPPG yang dinahkodainya memiliki 50 personil, yang terdiri dari tim persiapan, tim pemorsian, tim pengolahan masak, kebersihan, tim packaging, dan tim distribusi.
Saat Tim iNews Media Group berkunjung ke SPPG Palmerah, tim distribusi terlihat sibuk menata makanan yang siap didistribusikan. Menunya terdiri dari nasi putih, ayam goreng teriyaki, tumis kacang panjang, tahu, dan jeruk. Setiap harinya menu yang didistribusikan selalu bervariasi.
Yudha menuturkan, pihaknya bakal menyuplai untuk 11 sekolah di Jakarta Barat. "Ada 2.987 pelajar yang menerima makan bergizi ini. Makanan yang disajikan harganya Rp10 ribu rupiah per porsi. Kami menggunakan sumber daya lokal dan mendapatkan kualitas yang terjangkau," katanya
Setiap Dapur MBG dikelola oleh seorang Kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala SPPG ini bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan seorang akuntan untuk memastikan pengawasan ketat terhadap kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan. Selain memastikan kecukupan gizi dalam setiap porsi MBG, SPPG juga bertugas mengawasi standar kebersihan, pengelolaan gizi, dan pengolahan limbah di setiap Dapur MBG dengan ketat.
Wamensos tersenyum riang sambil jari manis kanannya menunjuk beberapa kotak MBG siswa yang telah kosong. Ia menyemangati siswa lainnya untuk segera menghabiskan makanan. “Hebat, ini nasi habis, sayur habis, lauk habis. Ayo yang lainnya dihabiskan makannya ya," katanya penuh senyum.
Dalam kesempatan tersebut, ia sempat bertanya ke siswa-siswi terkait menu makanan bergizi gratis. “Gimana menu makanannya hari ini, suka?" tanya Agus. Para murid SMP kelas VII pun sontak menjawab, “Suka, enak makanannya,” ujar para murid.
Agus menjelaskan, kunjungannya ke SD dan SMP Barunawati menjadi momen bersejarah dimulainya program MBG. “Kita mengecek distribusi makanan bergizi gratis yang dimulai serentak dan dilakukan bertahap pada hari ini. Kami melihat langsung anak-anak sangat antusias, gembira, dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka," ujar Agus.
Kualitas Makanan Bergizi Terjamin Higienitasnya
Pj Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi memastikan kualitas makanan bergizi yang diberikan kepada penerima manfaat akan tetap dijaga dengan baik. Teguh menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung penuh program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini. Menurutnya ada 41 sekolah yang tersebar di empat kelurahan di Jakarta Barat dan Jakarta Timur yang hari ini mendapatkan distribusi makanan bergizi.
Menurutnya, untuk wilayah DKI Jakarta pada saat kick off MBG telah dioperasikan empat SPPG untuk menyuplai makanan bergizi kepada 12.054 penerima manfaat. “Pemerintah Provinsi Jakarta mendukung Program MBG untuk sosialisasi, edukasi, serta penunjukkan lokasi sekolah. Kami juga mendukung untuk full security-nya,” tuturnya.
Makanan bergizi di SPPD Palmerah, Jakarta Barat diawasi ketat mulai dari menu makanan, kebersihan, hingga tata kelola limbah. dok.foto/iNews Media Group/Arif Julianto
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta Barat Yudha Permana mengungkapkan, bahan baku makanan bergizi, seperti sayuran dan daging setiap harinya selalu menggunakan bahan yang masih segar. SPPG yang dinahkodainya memiliki 50 personil, yang terdiri dari tim persiapan, tim pemorsian, tim pengolahan masak, kebersihan, tim packaging, dan tim distribusi.
Saat Tim iNews Media Group berkunjung ke SPPG Palmerah, tim distribusi terlihat sibuk menata makanan yang siap didistribusikan. Menunya terdiri dari nasi putih, ayam goreng teriyaki, tumis kacang panjang, tahu, dan jeruk. Setiap harinya menu yang didistribusikan selalu bervariasi.
Yudha menuturkan, pihaknya bakal menyuplai untuk 11 sekolah di Jakarta Barat. "Ada 2.987 pelajar yang menerima makan bergizi ini. Makanan yang disajikan harganya Rp10 ribu rupiah per porsi. Kami menggunakan sumber daya lokal dan mendapatkan kualitas yang terjangkau," katanya
Setiap Dapur MBG dikelola oleh seorang Kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala SPPG ini bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan seorang akuntan untuk memastikan pengawasan ketat terhadap kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan. Selain memastikan kecukupan gizi dalam setiap porsi MBG, SPPG juga bertugas mengawasi standar kebersihan, pengelolaan gizi, dan pengolahan limbah di setiap Dapur MBG dengan ketat.