Sudah 100 Dokter Gugur, PAN Minta Jam Kerja Dievaluasi
Selasa, 01 September 2020 - 14:51 WIB
loading...
Pelaksana harian (Plh) Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay turut berbelasungkawa, atas gugurnya sudah 100 dokter akibat Covid-19 (virus Corona). Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pelaksana harian (Plh) Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay turut berbelasungkawa atas gugurnya 100 dokter akibat Covid-19 (virus Corona). Untuk itu, dia meminta pemerintah memberikan sejumlah treatment kepada para dokter, salah satunya mengenai evaluasi jam kerja dokter.
(Baca juga: 100 Dokter Wafat, Reisa Broto Asmoro Ingatkan Pandemi Belum Tamat)
"Tentu pertama kita mengucapkan rasa belasungkawa dan prihatin atas meningkatnya jumlah tenaga medis, terutama dokter yang meninggal dunia. Ini menunjukkan bahwa Covid-19 merupakan tantangan yang berat dan harus dihadapi dengan baik oleh pemerintah kita," kata Saleh, Selasa (1/9/2020).
(Baca juga: Pemeriksaan Covid-19 di RI Hanya 46,85% dari Standar WHO)
Anggota Komisi IX DPR ini berpandangan, dengan meningkatnya kasus positif Covid-19, melihat pemerintah harus melakukan evaluasi terkait treatment atau perlakuan kepada dokter. Dokter dan tenaga medis sebagai garda terdepan penanggulangan Corona ini harus dilindungi ketika bertugas.
"Perlindungan itu mulai dari alat pelindung diri (APD) yang lengkap dan standar WHO. Kedua termasuk juga alat kesehatan yang memadai dan itu kalau bisa merata di seluruh Indonesia dari pusat sampai daerah," ujarnya.
Kemudian, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR ini juga meminta, agar pemerintah memperhatikan kondisi kebugaran dokter. Terkait hal ini, jam kerja dokter dan tenaga media juga harus dievaluasi.
(Baca juga: 100 Dokter Wafat, Reisa Broto Asmoro Ingatkan Pandemi Belum Tamat)
"Tentu pertama kita mengucapkan rasa belasungkawa dan prihatin atas meningkatnya jumlah tenaga medis, terutama dokter yang meninggal dunia. Ini menunjukkan bahwa Covid-19 merupakan tantangan yang berat dan harus dihadapi dengan baik oleh pemerintah kita," kata Saleh, Selasa (1/9/2020).
(Baca juga: Pemeriksaan Covid-19 di RI Hanya 46,85% dari Standar WHO)
Anggota Komisi IX DPR ini berpandangan, dengan meningkatnya kasus positif Covid-19, melihat pemerintah harus melakukan evaluasi terkait treatment atau perlakuan kepada dokter. Dokter dan tenaga medis sebagai garda terdepan penanggulangan Corona ini harus dilindungi ketika bertugas.
"Perlindungan itu mulai dari alat pelindung diri (APD) yang lengkap dan standar WHO. Kedua termasuk juga alat kesehatan yang memadai dan itu kalau bisa merata di seluruh Indonesia dari pusat sampai daerah," ujarnya.
Kemudian, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR ini juga meminta, agar pemerintah memperhatikan kondisi kebugaran dokter. Terkait hal ini, jam kerja dokter dan tenaga media juga harus dievaluasi.
Lihat Juga :