Akademisi UI Minta Masyarakat Waspadai Ajakan Berjihad ke Suriah
Jum'at, 20 Desember 2024 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
"Masyarakat Indonesia perlu kritis, karena hal yang sama juga telah terjadi dulu ketika ISIS menyerukan banyak negara untuk bergabung dengan mereka. Banyak dari warga negara Indonesia yang terlanjur pergi kesana, selang beberapa lama kemudian terpaksa kembali karena apa yang dijumpai tidak sesuai dengan janji manis ISIS ketika mereka masih di Tanah Air," kata Syauqillah.
Keberangkatan banyak warga negara Indonesia, menurut Syauqillah, hanya akan menimbulkan masalah baru. Ujung-ujungnya, mereka yang telanjur pergi akan meminta Pemerintah Indonesia untuk dipulangkan kembali ke Tanah Air. Kejadian seperti ini yang sudah pernah terjadi justru menunjukkan betapa besar perhatian Pemerintah Indonesia terhadap rakyatnya sendiri.
Konflik di Suriah sebenarnya adalah hasil dari perpecahan berbagai faksi yang sangat beragam, dan beberapa diantaranya sama-sama menggunakan narasi keagamaan untuk menggaet simpati, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Hal semacam ini harus dilihat dalam kacamata yang hampir sama dengan apa yang terjadi di sekitar tahun 2012, ketika kelompok-kelompok seperti ISIS mengundang orang-orang dari negara lain, termasuk Indonesia. Pada saat itu, di Indonesia begitu banyak propaganda yang memanggil warga negara Indonesia agar terlibat secara langsung," kata jebolan S-3 Universitas Marmara Turki ini.
Baca juga: Israel Kuasai Bendungan dan Sumber Air Penting di Suriah
Keberangkatan banyak warga negara Indonesia, menurut Syauqillah, hanya akan menimbulkan masalah baru. Ujung-ujungnya, mereka yang telanjur pergi akan meminta Pemerintah Indonesia untuk dipulangkan kembali ke Tanah Air. Kejadian seperti ini yang sudah pernah terjadi justru menunjukkan betapa besar perhatian Pemerintah Indonesia terhadap rakyatnya sendiri.
Konflik di Suriah sebenarnya adalah hasil dari perpecahan berbagai faksi yang sangat beragam, dan beberapa diantaranya sama-sama menggunakan narasi keagamaan untuk menggaet simpati, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Hal semacam ini harus dilihat dalam kacamata yang hampir sama dengan apa yang terjadi di sekitar tahun 2012, ketika kelompok-kelompok seperti ISIS mengundang orang-orang dari negara lain, termasuk Indonesia. Pada saat itu, di Indonesia begitu banyak propaganda yang memanggil warga negara Indonesia agar terlibat secara langsung," kata jebolan S-3 Universitas Marmara Turki ini.
Baca juga: Israel Kuasai Bendungan dan Sumber Air Penting di Suriah
Lihat Juga :