Wasekjen PPP: Sudahlah Mas Rommy Jangan Menambah Rusak Lagi Partai Ini
Sabtu, 14 Desember 2024 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Contoh pernyataannya, Rommy menyinggung soal politisasi bansos menjelang Pemilu 2024 dan mengatakan 'monyet' jika dibekali Rp492 triliun bisa menjadi presiden. “Itu kan sangat merendahkan martabat seseorang, keluar dari mulut seseorang yang membawa lambang partai Ka’bah. Politisi sejati itu yang dipakai otaknya, bukan cuma omon-omon. Istilahnya mulutmu harimaumu,” ucap Rapih.
Rapih meminta Rommy untuk menahan diri bahkan sebaiknya menarik diri dari urus-urus PPP. Sebab, menurut Rapih PPP ke depan harus bertransformasi dan tidak ada lagi individu toxic di partai.
Baca juga: Majelis Pertimbangan Partai Beri Sinyal Non Kader Bisa Pimpin PPP
“Sudahlah Mas Rommy jangan menambah rusak lagi partai ini. Kami pengurus DPP sepakat untuk menjaga Muktamar ke depan tidak menyisakan konflik lagi. Tidak dipecah belah lagi,” pungkasnya.
Diketahui, Rommy mengatakan Mukernas PPP harus menjadi forum evaluasi kepemimpinan Plt Ketua Umum PPP Mardiono. Rommy menyebut PPP untuk pertama kali tidak lolos mengirimkan kadernya ke Parlemen Senayan.
Padahal, lanjut dia, PPP merupakan partai paling senior di antara partai di parlemen yang sudah 11 kali mengikuti Pemilu sejak 1973. "Seluruh kader tentu menginginkan PPP kembali duduk di DPR RI pada Pemilu 2029 nanti. Tapi tentu untuk itu ada beberapa hal yang harus ditranformasikan," jelas dia.
Rapih meminta Rommy untuk menahan diri bahkan sebaiknya menarik diri dari urus-urus PPP. Sebab, menurut Rapih PPP ke depan harus bertransformasi dan tidak ada lagi individu toxic di partai.
Baca juga: Majelis Pertimbangan Partai Beri Sinyal Non Kader Bisa Pimpin PPP
“Sudahlah Mas Rommy jangan menambah rusak lagi partai ini. Kami pengurus DPP sepakat untuk menjaga Muktamar ke depan tidak menyisakan konflik lagi. Tidak dipecah belah lagi,” pungkasnya.
Diketahui, Rommy mengatakan Mukernas PPP harus menjadi forum evaluasi kepemimpinan Plt Ketua Umum PPP Mardiono. Rommy menyebut PPP untuk pertama kali tidak lolos mengirimkan kadernya ke Parlemen Senayan.
Padahal, lanjut dia, PPP merupakan partai paling senior di antara partai di parlemen yang sudah 11 kali mengikuti Pemilu sejak 1973. "Seluruh kader tentu menginginkan PPP kembali duduk di DPR RI pada Pemilu 2029 nanti. Tapi tentu untuk itu ada beberapa hal yang harus ditranformasikan," jelas dia.
Lihat Juga :